Pada suatu pagi yang cerah, seorang polisi tampak sumringah karena mendapat mangsa. Dia melihat sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melintas di hadapannya. Dengan semangat, ia pun mengejar pengendara tersebut. Perjuangan kerasnya pun berhasil, ia berhasil menangkap pengendara motor beserta pemboncengnya. Mereka pun segera digiring ke pos polisi dan diinterogasi.
Pak Polisi : Selamat pagi adek tolong tunjukkan STNK dan SIMnya!”
Pengendara: Ini pak surat-suratnya lengkap ada STNK dan SIM, keduanya juga belum kadaluarsa.”
Pak Polisi : “Oke kalian tahu letak kesalahan kalian?”
Pengendara:”Ngga tahu Pak?”
Pak Polisi : “Kenapa kalian naik motor bertiga?”
Pengendara: “Tadinya mau berempat Pak, sayangnya ngga muat.”
Pak Polisi : “Dasar gila!!”
Pada suatu malam yang dingin di pusat kota Jakarta, para pedagang kaki lima tampak sedang asyik melayani pembeli. Namun tiba-tiba, serombongan Satpol PP datang dan berencana mengacak-acak dagangan mereka. Beberapa pedagang pun berlarian sambil berusaha menyelamatkan barang dagangan. Namun anehnya, ada seorang pedagang yang tetap tenang berjualan dan melayani pembeli meski pasukan Satpol PP sudah mendekat.
Petugas: “Haiii lo kok malah tenang-tenang
disini? kagak ikut kabur lo?”
Pedagang: “Lha ngapain harus lari Pak?”
Petugas: “Lo kan tau dilarang berjualan disini? bisa kena denda tau?”
Petugas: “Bapak ini kok aneh? pernah sekolah kagak seh? kan lebih baik saya jualan di sini daripada di tengah jalan.”
Petugas: “Dasar aneh!!”
Arya bertemu dengan Hendri di depan apotik Maju Lancar. Arya yang baru saja selesai membeli obat segera mengobrol akrab dengan teman lamanya tersebut. Mereka pun mengobrol asyik tentang masalah apotik.
Arya : “Halooo Hendri sedang ngapain lo
disini?”
Hendri: “Gw mau beli obat, lo sendiri ngapain disini?”
Arya : “Ini gw baru aja beli obat. Eh Hen lo
merhatiin kagak kenapa yak lambang apotik tuh ular sama gelas?”
Hendri: “Oh iya yak gw malah kagak
merhatiin.”
Arya : “Emang ngga ada hewan yang lain?
Gajah gitu kan seru tuh?”
Hendri: “Muke gile lo, kalau gajah sama gelas, pecah dunk gelasnya gimana seh lo”
Arya : “Oh iya pinter juga lo.”
Pada suatu siang yang lumayan terik, seorang wanita berperawakan gemuk mengunjungi sebuah klinik kesehatan. Ia tertarik berkonsultasi tentang berat badan ke dokter di klinik tersebut. Menurut kabar burung yang beredar, dokter tersebut dikenal cukup ampuh menangani pasien yang menderita obesitas. Dengan muka penuh optimisme, ia pun segera menemui dokter tersebut.
Dokter: “Pagi Mba ada yang bisa saya bantu. Ada keluhan apa?”
Pasien: “Dok saya ingin sekali kurus,
resepnya gimana?”
Dokter: “Wah gampang sekali itu Mba. Anda cukup geleng-geleng saja selama dua bulan.”
Pasien: “Sehari berapa kali Dok?”
Dokter: “Cukup saat orang menawari makan saja. Gampang kan.”
Pasien: “Dasar dokter sinting.”
Pada suatu pagi di SD Maju Ceria, Pak Guru Hadi memberikan teka teki kepada murid-muridnya. Jason yang baru saja pindah dari sekolah SD di Jakarta pun merasa tertarik dengan teka-teki yang diberikan sang guru. Ia tampak begitu antusias menyimak pertanyaan yang diajukan gurunya.
Guru : “Coba tebak anak-anak. Mata, hidung, telinga, mulut dan badan mirip sapi, tapi bukan sapi, benda apa ini?”
Jodi : “Waduh apa yak Pak. Kerbau kali pak”
Guru : “Salah tuh, kerbau kan hitam legam
kayak kamu.”
Jason: “Saya tau Pak Guru jawabannya pasti
gambar sapi.”
guru : “Wah betul pinter kali kau Jason.”
Pada suatu sore yang cerah, Bona menghadiri acara arisan bersama dengan teman-teman kerjanya. Untuk menunggu pengocokan arisan, mereka pun mengobrol dengan asyiknya. Salah satu tema yang menjadi obrolan adalah tentang istri dan pacar mereka masing-masing. Bona yang sedang bermasalah dengan istrinya pun
bersemangat mengeluarkan uneg-unegnya.
Bona : “Heiii teman-teman kemarin istri gw
baru saja kelilipan pasir.”
Andre: “Wah parah dunk? terus gimana?”
Bona : “Iya gw bawa ke dokter, apes deh gw habis 50 ribu cuy..”
Ahsan: “Weh itu belum seberapa. Coba bayangin aja istri gw kelilipan mobil mewah. gw harus ke dealer habis 300 juta bayangin aja.”
Bona : “Weks….”
Seorang anak bernama Bona pulang ke rumah dengan muka berseri- seri. Ia akan melaporkan hasil ujian akhir semester kepada papanya. Segera saja, Bona
menghampiri papanya yang sedang bersantai di beranda belakang. Melihat muka bona yang berseri-seri, sang papa pun berharap ada kabar baik yang akan disampaikan Bona.
Bona: “Pa hasil ujian sudah diumumkan.”
Papa: “Wah gimana hasil ujianmu?”
Bona: “Ujian Bahasa Inggris dan Matematika dapat 90 lho!”
Papa: “Wah hebat anak papa yang satu ini.”
Bona: “Iya dunk Bona gitu lhoo..”
Papa: “Coba papa lihat! Lho itu totalnya yak?? Bahasa Inggris dapat 50, Matematika dapat 40?”
Bona: “Iya papa hehehe…”
Pada suatu pagi, Momon pergi ke pasar untuk membeli sayur. Saat tiba di pasar, ia tertarik dengan kerumunan orang di depan pasar. Setelah bertanya kiri kanan akhirnya Momon mengetahui kalau ada acara konsultasi pengobatan gratis. Ia pun tertarik untuk menyambangi karena dirinya memang sedang terserang batuk akut. Saat dibuka sesi tanya jawab, Momon segera mengajukan pertanyaan terkait penyakitnya.
Momon: “Om ada obat batuk kagak. Sudah
seminggu lebih neh batuk ane kagak sembuh-sembuh.”
Tabib : “Ada Mas, mau ambil paket apa?
paket satu, dua, atau tiga.”
Momon: “Wah paketnya beli yak kirain gratis.”
Tabib : “Iya paket obatnya beli, konsultasinya yang gratis.”
Momon: “Oh iya kalau gitu ane konsultasi aj. Kata tetangga ane, obat nyamuk bisa
ngobatin batuk. Bener kagak tuh?”
Tabib : “Betul saudara silakan dicoba kalau
tidak percaya. Dijamin tidak batuk lagi. Untuk selama-lamanya.”
Pada suatu pagi, Viola yang baru berusia tujuh tahun memasuki
ruang kelas barunya. Ia baru saja pindah dari
sekolah di kota ke desa. Ia pun dengan
antusias memasuki ruang kelas barunya.
Disambut dengan riuh oleh teman-teman dan
guru barunya di kelas dua SD Maju Mundur. Ia pun langsung berkenalan dengan ibu guru dan
teman-teman barunya. Di ruang kelas lima SD
Maju Mundur, Bu Ngatini ternyata sedang
memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam. Untuk menarik perhatian murid-
muridnya, ia pun memainkan metode tebak- tebakan. Bu Guru: “Anak-anak coba tebak apa nama
bunga yang berduri?”
Murid : “Mawar bu..”
Bu Guru: “Betul sekali. Selain mawar berduri,
bunga apa yang sakit kalau kena orang?”
Viola : “Bunga Tini lagi ngamuk, lempar gelas, piring sama termos.”
Sebuah pesawat mengalami kerusakan mesin dan harus
melakukan pendaratan darurat. Sang pilot
pun segera meminta izin untuk melakukan
pendaratan darurat kepada otoritas bandara.
Tidak lupa sang pilot melaporkan kondisi
pesawat kepada otoritas bandara. Otoritas bandara pun segera menyiapkan tempat
untuk pendaratan darurat. Pilot : “Mayday.. mayday izin mendarat
darurat yak!”
Bandara: “Bentar yak saya cek dulu..”
Pilot : “Okay kami tunggu kabar
selanjutnya.”
Beberapa saat kemudian, otoritas bandara pun memberi kabar gembira pada sang pilot.
Bandara: “Boleh silahkan melakukan
pendaratan darurat, laporkan posisi dan
ketinggian Anda!”
Pilot : “Posisi duduk paling depan, tinggi
sekitar 170 cm..”
Pada suatu pagi Panjul ingin berkonsultasi kepada Bapaknya. Ia
penasaran dengan masalah ban sepeda
motornya. Ia merasa heran dengan ban
motor belakangnya yang lebih cepat gundul
dibanding ban depan. Padahal ia sudah
membeli ban dengan kualitas nomor satu. Panjul : “Pak Panjul lagi bingung neh..”
Bapak : “Bingung kenapa anakku?”
Panjul : “Pak Kenapa seh ban belakang lebih
cepat botak dibanding ban depan?”
Bapak : “Sebab ban belakang stres Jul, mikir
bagimana caranya mendahului ban depan.” Panjul: “Oalah..”
Pada malam bulan purnama, seorang gadis remaja berkeinginan pergi bersama teman-temannya untuk pergi keliling kota. Ia pun segera meminta izin ibunya agar diizinkan pergi bersama teman-temannya. Namun sayangnya keinginan sang gadis ditolak mentah-mentah oleh sang ibu. Karena merasa terkekang, sang gadis pun melancarkan protes kepada ibunya.
Gadis: “Mama kenapa seh kok aku dilarang
pergi malam-malam sama teman-emanku?
Aku kan cuma pengin senang-senang, jenuh dirumah mulu”
Mama: “Huss soalnya anak perawan tidak
boleh keluyuran malem-malem pamali tahu.”
Gadis: “Lha kan aku udah ga perawan Ma!”
Sepasang kekasih sedang memadu kasih di depan tivi. Mereka
tampak asyik bercumbu sambil sesekali
menyantap sepiring pisang goreng dan
sebungkus kacang garing. Sang cowok pun
mencoba mengeluarkan rayuan maut untuk
menggoda kekasihnya. Sang cewe pun merespon dengan mesranya. Cowo: “eh kalau tiap inget kamu,selalu deh
pengen denger lagu cinta.
Cewe: “iih,so sweet deh kamu..jadi tambah
sayang deh.”
Cowo: “Aku juga makin cinta sama kamu.”
Cewe: “emang lagu cinta yg mana?” Cowo: “Cinta Satu Malam.”
Sepasang kekasih sedang pacaran di depan warung. Mereka
tampak mengobrol sambil bergandengan
tangan dengan mesranya. Kelihatannya, sang
cowok sangat romantis memperlakukan
kekasih tercintanya. Sang cewek pun
membalas perlakuan cowoknya dengan nada manja. Namun, sang cowok tiba-tiba mencium
bau busuk. Ia pun mencurigai ceweknya
kentut. Cowo: “Beib, kamu kentut ya?”
Cewe: “iya, Cin maaf ya.”
Cowo: “baunya kok kayak parfum Prancis
Cewe: “pasti wangi ya? hehehe…”
Cowo: “bukan wangi tapi tahan lamanya itu
lho….”
Ahmad berjumpa dengan sahabat lamanya, Budi dalam acara
reuni SMP. Mereka pun langsung mengobrol
akrab. Ahmad pun bercerita tentang
perjalanan kesuksesan hidupnya. Tidak mau
kalah dengan sahabatnya, Budi pun
menceritakan kesuksesan karir dan percintaannya. Ahmad: “Gimana kabar lo Bud?”
Budi: “Sehat dan makin kaya aja gw lo
gimana?”
Ahmad: “Kalau gw lo lihat diri makin ganteng
aja”
Budi: “Percaya gw..” Ahmad: “wuih, gile bodi lu makin berbentuk
aja Bud!”
Budi: “nyindir ya lo! body gw kan makin bulet
gini.”
Ahmad: “iya, maksud gw badan lo makin
berbentuk bulat.”
Anang baru saja mendapat warisan berupa jam dinding dari
kakeknya yang baru saja meninggal dunia
dua minggu lalu. Kakek Anang mengklaim
jam tersebut sebagai jam keramat. Anang
pun lalu menaruh jam tersebut di dinding
kamarnya. Namun, selama jam tersebut berada di kamarnya, ia merasa banyak
keanehan yang menghinggapi jam tersebut.
Jam itu selalu berdentang 13 kali, posisi
angkanya juga sering bertukar. Karena
merasa takut, ia pun lalu membawa jam
tersebut ke tukang reparasi jam. Namun tukang reparasi menyatakan tidak ada
kerusakan di jam tersebut. Karena masih
penasaran dan takut, Anang pun lalu
menyewa paranormal untuk memeriksa jam
keramat. Anang: “Bagaimana Mbah adakah keganjilan
pada jam saya?”
Dukun: “Aduhhh Mas ada banyak keganjilan
di jam tersebut.”
Anang: “Serius Mbah mana aja yang ganjil?”
Dukun: “Ini nih ada angka 1, 3, 7, 11….” Anang: “???……”
Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah kampung nan indah
berkumpullah seorang kakak dengan adik-
adik yang mengerumuninya. Sang kakak
sedang berpamitan untuk merantau ke kota
besar. Sang kakak pun lalu menanyakan
kepada adik-adiknya ingin dibawakan oleh- oleh apa seandainya dia nanti pulang. Kakak: “Haiii Joko kamu minta oleh-oleh apa
jika nanti kakak pulang?”
Joko : “PS aja Kak, buat maen game. Capek
neh ke rental terus.”
Kakak: “Okay nanti kakak usahakan. Kalau
kamu Aryo, kamu pengin apa?” Aryo : “Apa yak..ehmmm dompet aja Kak.”
Kakak: “Oke deh gampang itu. Kalau kamu
mau apa Bud?”
Budi : “Aku pengin ikat pinggang.”
Kakak: “Waduh kayaknya kakak ngga
sanggup. Soalnya susah harus narik dari pinggang orang. Terlalu beresiko, yang lain
aja”
Pada suatu pagi yang cerah, Andre sedang berjalan-jalan keliling
kota kelahirannya. Sebagai anak rantau yang
sukses, ia ingin bernostalgia dengan
menyusuri jejak masa kecilnya di kota kecil
tempat ia menghabiskan masa mudanya.
Setelah menyusuri alun-alun kota, ia pun bergegas pergi ke pasar tradisional yang
terletak di pusat kota. Saat menyusuri pasar
yang penuh kenangan tiba-tiba, Andre
dihampiri seorang pengemis tua. Pengemis : “Tolong saya tuan saya butuh Rp.
3000 untuk mengisi perut Tuan!”
Andre : “Maaf tidak punya!”
Pengemis : “Kalau gitu beri saya Rp. 2000
untuk semangkuk bubur, Tuan!”
Andre : “Wah tidak punya!” Pengemis : “Kalau gitu Rp. 1000 untuk segelas
es teh, Tuan!”
Andre : “Aduh tidak punya!”
Pengemis : “Waduh…ternyata nasib Tuan
lebih parah dari saya!”
Seorang kakek yang terkenal sebagai miliuner terpandang di kota
Maju Mundur berniat untuk memeriksakan
gigi. Selama tiga hari berturut-turut, ia
merasakan giginya terasa linu. Ia pun segera
memanggil dokter gigi ternama di seantero
kota. Maka datanglah sang dokter ke rumah kakek miliuner, setelah diperiksa beberapa
menit maka dokter berkesimpulan gigi
kakek miliuner harus dicabut. Beberapa
menit kemudian sang kakek miliuner pun
selesei menjalani operasi cabut gigi. Kakek : “Berapa biaya semuanya Dok?”
Dokter: “Ehmmm ngga usah Kek. Gratis kok.”
Kakek : “Oalahhh makasih banyak yak Dok.
Semoga kebaikan Dokter dibales sama Yang
Kuasa. Amin.”
Sang dokter pun bergegas pulang. Kemudian anak dari kakek miliuner pun menghampiri
kakeknya yang barusan sukses dioperasi
giginya.
Anak : “Gimana Pa? Udah ngga sakit lagi
kan?”
Kakek: “Iya udah ngga sakit lagi. Eh tadi dokternya baik banget, operasi cabut giginya
gratis lho..”
Anak : “Serius gratis? Coba kulihat mana yang
dicabut. Gigi emas kakek kemana?”
Untuk mengisi waktu libur, Danang berencana untuk pergi berburu
celeng di hutan. Segera saja ia
mengumpulkan teman-temannya untuk
bersegera menjelajah hutan. Setelah
terkumpul beberapa orang, Danang dan
teman-temannya segera menuju ke hutan. Namun sebelum memasuki hutan, mereka
dicegat oleh polisi hutan. Polisi hutan
mencurigai mereka sebagai pemburu liar. Polisi: “Selamat pagi Pak!!”
Pemburu: “Iya Pak.”
Polisi: “Boleh minta tolong menunjukkan izin
berburu Anda?”
Pemburu: “Ini Pak silakan dicek.”
Polisi: “Wah ini kan sudah kadaluarsa, udah habis sejak tiga bulan yang lalu. Anda sudah
tidak bisa berburu celeng di hutan ini.”
Pemburu: “Memang betul Pak izinnya sudah
kadaluarsa. Tapi saya kan sedang berburu
celeng yang saya tangkap tiga bulan yang
lalu.” Polisi: “???…”
Saat berlibur ke Pulau Bali, Anton menyempatkan diri menyalurkan
hobinya yaitu menyelam. Anton pun
bersegera mencari spot terbaik untuk
diselami. Setelah menemukan spot terbaik,
Anton segera menceburkan diri ke dalam
laut. Saat sedang asyik melihat-lihat terumbu karang dan ikan-ikan yang menari di
kedalaman 7 meter ia terkejut bukan
kepalang. Ia tidak menyangka, tiba-tiba ada
seseorang berada di sampingnya, menyelam
tanpa peralatan selam. Anton pun kemudian
turun ke kedalaman 20 meter, ia kaget orang yang tadi dilihatnya menyusulnya.
Anton pun kemudian turun hingga kedalaman
40 meter berharap dapat pemandangan yang
lebih asyik. Anton makin kaget bercampur
kagum, orang yang dilihatnya tadi pun turun
mengikutinya. Anton makin heran karena gaya menyelam orang tersebut aneh, seperti
orang yang sedang menari-nari. Merasa
penasaran, Anton pun mendekati orang
tersebut sambil memberikan white board
dan spidol dengan tulisan: “Wah Anda hebat
banget!!! luar biasa. Saya penasaran bagaimana caranya menyelam sedalam ini
tanpa memakai peralatan?” Orang itu pun
mengambil white board dan spidol yang
disodorkan Anton lalu menulis: “Dasar bodoh,
Gua tenggelam Cyinn!!!!”
Pada suatu pagi yang cerah, Bono menjalani hari pertama
bersekolah di TK Maju Mundur. Bono baru
saja pindah dari TK di Jakarta karena
mengikuti ayahnya yang berpindah tugas ke
Solo. Pelajaran pada jam pertama diisi
dengan mata pelajaran berhitung yang dipandu oleh Bu Bena. Bono tampak antusias
mengikuti jalannya pelajaran. Beberapa
menit berlalu, Bono akhirnya dites oleh Bu
Bena masalah pengetahuan angka. Bena: “Haiii Bono sehabis angka tiga terus
lanjut keberapa coba?”
Bono: “mmm…empat bu guru.”
Bena: “Wah hebat betul sekali. Siapa yang
mengajari?”
Bono: “Diajarin sama Mama, Bu Guru.” Bena: “Okay coba kalau habis 10 lanjut
berapa?”
Bono: “Jack Bu Guru.”
Bena: “Dasar…”
Seorang pekerja seks bernama Cinta sedang hamil delapan bulan.
Perutnya sudah tampak membuncit namun ia
tetap beroperasi di malam pergantian tahun
ini. Sambil menunggu pelanggan datang, Cinta
pun mengobrol dengan rekan seprofesinya
yang bernama Tata. Tata: “Cin dah berapa bulan lo hamil?”
Cinta: “Delapan bulan Ta…”
Tata: “Kira-kira mau kau beri nama apa
anakmu ntar kalau udah lahir?”
Cinta:”Bram aja deh..”
Tata:”Punya makna khusus kayaknya tuh nama.”
Cinta:”Ah ngga juga Bram cuma singkatan
dari beramai-ramai.”
Pada malam pergantian tahun, seorang pemuda bernama Jono
mengajak kekasih tercintanya makan malam
di sebuah restoran Prancis. Jono yang baru
pertamakali mengunjungi restoran elit
tersebut tampak gugup karena ia biasa
makan di warteg. Namun karena ingin membuat kekasihnya terkesan, ia pun
bergaya seolah-olah sudah sering makan di
restoran mewah.
Sambil meneguk anggur yang dihidangkan,
Jono mengambil daftar menu dan mulai
memesan. Pelayan restoran pun segera menghampiri Jono untuk mencatat pesanan
tamunya tersebut. Karena bingung melihat
menu yang semuanya berbahasa Prancis,
Jono pun akhirnya memesan sembarangan. “Mas, saya pesan Jean Pierre Papin dua porsi
yak.” pesan Jono pada seorang pelayan.
“Maaf Tuan,” Jawab si pelayan.”Itu nama
pemilik restoran ini.”
Pada suatu sore yang cerah, Panji sedang bermain di kamar mamanya. Panji tampak penasaran dengan perilaku mamanya yang sedang mengoleskan krim pembersih ke mukanya.
Ia begitu serius mengamati detik demi detik proses pengolesan krim ke muka mamanya. Merasa penasaran, ia pun mengajukan pertanyaan kepada sang mama tersayang.
Panji: “Ma mama krim itu buat apaan seh?”
Mama: “Krim ini gunanya untuk membersihkan muka mama dari kotoran
agar mama kelihatan cantik Sayang.”
Panji: “Ohhh gitu…”
Beberapa saat kemudian sang mama mengambil kapas dan mengusap krim yang menempel di wajahnya.
Panji: “Lho kok malah dihapus cih? kenapa
Ma? putus asa yak?”
Mama: “Haa kurang ajal..”
Sebagai hadiah ulangtahun kedelapanbelas, seorang remaja putra dari seorang yang konglomerat baru
saja di belikan sebuah motor besar Harley Davidson oleh ayahnya. Padahal dia sendiri tidak mahir mengendarai sepeda motor. Pada saat malam ulang tahunnya, dia pun berkeliling kota mengendarai motor besarnya tersebut. Saking enaknya naik
motor besar, dia pun mulai kebut-kebutan di
jalan. Setelah hampir tiga jam kebut-kebutan,dia pun menghampiri seorang pengendara motor lain yang sedang berjalan.
Anak konglomerat: “Pak..Pak, punya motor seperti motor saya tidak? ”
Pengendara motor: “Aku tidak punya!”,
(sambil berpikir “Sombong banget tuh anak!”)
Lalu si anak melaju lagi sambil menghampiri seorang pengendara taksi.
Anak konglomerat: “Om… om, punya motor seperti motor saya tidak? ”
Pengendara mobil: “Saya tidak punya!!”,
(sambil berpikir “Sialan sombong banget tuh
anak baru juga punya Harley”)
Kemudian si anak melaju lagi sambil menghampiri seorang supir truk.
Anak konglomerat: “Mas… mas, punya motor
seperti motor saya tidak? ”
Supir truk: “Mana punya!!! menghina banget. Emang kenapa lo tanya begitu?”
Anak konglomerat: “Nggak mas, saya cuma tidak tahu rem-nya ada dimana?! “
Pada suatu sore yang ditemani dengan gerimis hujan, seorang
kakek sedang menemani cucunya bermain di
teras rumah. Sang kakek pun menceritakan
banyak cerita menarik kepada cucunya agar
sang cucu tidak termakan dengan kebosanan.
Sang kakek pun lalu menceritakan kejayaan masa mudanya.
Kakek: “Cu dulu pada waktu kakek masih seumuran ayahmu, kakek pernah jatuh dari lantai empat gedung bertingkat lho…”
Cucu: “Wah mengerikan sekali, tapi kakek tidak kenapa-napa kan?”
Kakek: “Oh ngga papa kok..cuma jari kelingking kakek aja yang keseleo.”
Cucu: “Wah kakek hebat..”
Kakek: “Tapi jari yang lain termasuk tangan kakek patah semua.”
Seorang nenek merasa pusing bukan kepalang saat berada di dalam
bus antarkota jurusan Jakarta-Tegal. Di
sampingnya duduklah seorang pemuda
berbadan tegap. Merasa iba dengan kondisi
sang nenek, pemuda itu pun mengajak sang
nenek untuk mengobrol dan menawari air minum. Pemuda: “Nenek mabuk yak?”
Nenek: “Iya neh Cu, rasanya mual banget
pengin muntah.”
Pemuda: “Owww….minum air putih aja Nek
biar agak enakan. Ini saya bawa.”
Nenek: “Oh ngga usah makasih. Tapi bolehkah nenek melihat muka kamu
sebentar?”
Pemuda: “Boleh dunk Nek. Emang kenapa
Nek?”
Nenek: “Biar muntahnya lebih cepat.”
Seorang pemilik toko sedang diwawancarai seorang reporter televisi karena tokonya baru saja dirampok.
Sang reporter heran karena sang pemilik toko tidak menampakkan muka sedih karena baru saja kerampokan. Sang pemilik toko malah menebarkan banyak senyum. Sang reporter pun menjadi penasaran untuk mengulik lebih dalam penyebab bahagianya sang pemilik toko.
Reporter: “Toko anda kan barusan dirampok, kok Anda malah tidak merasa sedih.”
Pemilik: “Iya Mas saya sangat bersyukur dengan peristiwa perampokan ini.”
Reporter: “Emangnya kenapa Pak? dasar aneh.” Pemilik: “Saya bersyukur perampokannya berlangsung hari ini bukan kemarin, perampokan hari ini saya cuma rugi Rp 100 juta bukan Rp 200 juta. Soalnya hari ini toko saya sedang menggelar diskon lima puluh persen.”
Pada suatu pagi yang mendung, Buyung pergi ke pasar untuk
membeli sarung. Sambil menenteng duit
seratus ribuan, Buyung tampak bersemangat
melangkah menuju ke pasar dekat terminal
kota. Hingga akhirnya, sampailah dia ke
pasar yang ia tuju. Buyung pun lantas mencari sarung yang dia
inginkan. Ia mulai menjelajahi kios satu ke
kios yang lain. Ia juga mencoba berbagai
motif sarung dari yang kotak-kotak, batik,
hingga motif konvensional. Hingga tiga jam
berlalu, Buyung belum juga menjatuhkan pilihan. Sang pedagang sarung pun heran lalu
menghampirinya.
Pedagang: “Belum dapat yang cocok
sarungnya Mas?”
Buyung: “Iya Mas sarungnya kok semuanya
longgar yak..”
Seorang wanita cantik dan sexy mengadu ke kantor polisi karena ia
merasa mengalami pelecehan seksual oleh
seorang pelukis. Wanita yang berprofesi
sebagai model lukisan tersebut mengaku
tidak terima jika dirinya dipeluk dan diciumi
oleh orang yang melukis dirinya. Setelah menerima laporan, polisi pun langsung
menginterogasi sang pelukis. Polisi: “Apa alasan Anda menciumi dan
memeluk model yang sedang Anda lukis?”
Pelukis: “Saya tidak bisa menahan diri Pak
Polisi padahal biasanya saya selalu bisa
menahan diri untuk tidak memeluk dan
mencium model.” Polisi: “Emang berapa model yang
sebelumnya telah Anda lukis?”
Pelukis: “empat Pak Polisi dan biasanya saya
tidak tergoda dengan mereka.”
Polisi: “Siapa saja mereka?”
Pelukis: “tas, kuda, apel, dan ikan.”
Pada suatu pagi yang cerah di sebuah kelas 4 SD Suka Ria, ibu guru
sedang memberikan pelajaran bahasa
Indonesia. Bu Guru tampak asyik mengajar
murid-murid yang tampak mungil dan lucu.
Bu guru pun lalu memberikan pertanyaan
kepada mereka untuk menguji kepintaran. Guru: “Selamat pagi murid-muridku yang
lucu. Coba Ibu mau tanya siapa diantara
kalian yang bisa membuat kalimat dengan
menggunakan kata barangkali?”
Agus: “Saya bisa Bu Guru. Barangkali saya
anak yg paling ganteng di dunia ini.” Guru: “Wah bagus sekali…hayoo siapa lagi
yang bisa.”
Bobi: “Barangkali di kelas ini saya yang
paling pinter.”
Dery: “Saya bisa Bu. Batu, pasir, kerikil, ikan
adalah BARANG KALI!!!”
Di sebuah kebun belakang rumah yang penuh dengan
tumbuhan ranum seorang anak bernama
Panji sedang bermain. Panji tampak asyik
didampingi oleh ibunya bermain dengan
seekor capung yang baru saja ia tangkap.
Dengan penuh tawa, Panji pun mulai memainkan sang capung berukuran mungil
tersebut. Ibu : “Eh.. dilepaskan tuh capungnya, kasihan
mau mati.”
Anak: “Memangnya kenapa Ma?”
Ibu : “Ntar induknya datang lho!”
Anak: “Gede ngga Ma?”
Ibu : “Gede sekali, sebesar guling!” Anak: “Wah… asyik! Ma, ntar kalau induknya
datang, bantuin tangkap ya ma, mau naik
capung gede nih !”
Suatu pagi yang cerah, Panjul yang sedang dalam perjalanan ke
sekolah berpapasan dengan Pak Lurah di
halaman Balai Desa. Pak Lurah pun ingin
mengetes kepintaran Panjul yang dikenal
sebagai anak pintar. Panjul pun melayani
tantangan Pak Lurah dengan senang hati. Lurah : “Njul, tahu nggak bajaj itu remnya di
mana?”
Panjul: “Di pundak, Pak!”
Lurah : “Ngawur Kamu, kok bisa?”
Panjul: “Kalo mau berhenti kan nyolek
pundak, trus bilang Bang.. stop Bang..” Lurah : “Hahahaha….”
Dua orang pemuda bertemu di sebuah acara reuni. Mereka
kemudian mengobrol dengan asyiknya
sambil menikmati aneka hidangan yang
bertebaran di meja. Mereka mengobrol
dengan hangatnya meski sudah lama tidak
berjumpa. Mereka pun lalu saling bertukar kabar selama sepuluh tahun terakhir. Pemuda 1: “Hai gimana kabarmu udah lama
kita tidak bersua.”
Pemuda 2: “Baik Bro iya neh ngga terasa
sudah sepuluh tahun kita tidak berjumpa.”
Pemuda 1: “Oh iya kok kamu bawa monyet?”
Pemuda 2: “Siapa yang bawa monyet, gw bawa kambing Bro!”
Pemuda 1: “Gw kagak nanya lo, yang gw
tanya kambing lo!”
Di sebuah pasar yang sangat riuh terdapat sebuah warung soto
yang ramai dikunjungi para pembeli. Para
pembeli tampak berjubel antre demi
mendapatkan sepiring soto yang terkenal
kelezatannya. Namun tiba-tiba ada seorang
pembeli yang protes dan bertengkar dengan pedagang soto karena ia merasa membeli
soto ayam tetapi tidak ada ayamnya. Si
pedagang soto sendiri sedang repot karena
sedang sibuk melayani pembeli lainnya.
Pedagang soto pun dengan emosi memuncak
melayani protes dari pembelinya. Pembeli : “Bang gimana seh?? Gw kan beli
soto ayam kok ngga ada daging ayamnya
payah neh”
Pedagang: “Emangnya kalau lo beli jambu
monyet harus ada monyetnya!!”
Pembeli : “Sialan..loe!!”
Pada suatu pagi yang cerah seorang nenek tampak kebingungan
saat menyeberang jalan yang teramat ramai.
Ia mencoba untuk menunggu sampai arus
kendaraan mulai menyepi. Namun sesuatu
yang dinanti tidak kunjung tiba. Sampai
akhirnya ia nekat menyeberang jalan dengan kondisi arus kendaraannya masih sangat
ramai. Tiba-tiba saja saat ia mulai melangkah
menyeberang, sebuah sepeda motor nyaris
menabraknya. Sang nenek pun kaget bukan
kepalang saat pengendara sepeda motor
memarahinya. Pengendara : “Wah gimana seh Nyeberang
jalan kok ngga lihat-lihat.”
Nenek : “Dasar lo naik motornya
kenceng-kenceng.”
Pengendara : “Makanya hati-hati kalau mau
nyeberang dasar bego!!!” Nenek : “Lo aja yang bego. Nabrak
nenek-nenek aja gak kena!!”
Pengendara : “Haaa…”
Pada suatu hari di sebuah klinik bersalin, seorang suami sedang
harap-harap cemas. Pasalnya sang istri
tercinta yang sedang hamil dalam proses
persalinan. Detik demi detik pun akhirnya
berlalu, sang bayi mungil pun akhirnya
muncul ke dunia fana. Sang suami girang bukan kepalang. Sayang seribu sayang,
kegembiraannya tiba-tiba musnah ketika
melihat sang bayi yang mirip bule. Padahal
dia dan sang istri pribumi tulen. Sang suami
pun lalu menanyakan persoalan tersebut
kepada Sang Istri tercinta. Suami : “Anak siapa ini Bu? Kok ngga mirip
bapaknya? Malah lebih mirip Brad Pitt?”
Istri : “Itu anak kita Pak…”
Suami : “Ah masak ngga percaya aku…”
Istri : “Itu 80 persen anakmu Pak..sisanya
butuh donor asing untuk memperlancar pembangunan..”
Seorang lelaki tua berusia sekitar tujuhpuluh tahun meringkuk di kursi pesakitan. Ia tampak gelisah menunggu vonis terlontar dari mulut Sang Hakim terkait kasus pembunuhan. Setelah
beberapa jam sidang berjalan akhirnya vonis pun terlontar dari mulut Sang Hakim.
Hakim : “Saudara terdakwa, pengadilan
akhirnya memberikan hukuman penjara
selama tiga puluh tahun potong masa
tahanan.”
Lelaki Tua : “Waduh Pak Hakim, saya tak
mungkin tahan untuk menyelesaikan hukuman itu”
Hakim : “Jangan khawatir Pak.Kekurangannya akan dibayar anak-cucu Anda.”
Lelaki Tua : “Haaa…”
Seorang perempuan sexy bernama Maria kepergok seorang
satpam membawa pancing di sebuah kolam
penangkaran ikan arwana. Sang satpam pun
menuduh Maria akan mencuri ikan. Maria pun
dengan sigap membantah tuduhan sang
satpam. Satpam: “Eh kamu mau mencuri ikan disini
yak?”
Maria : “Jangan mengada-ada Pak, saya kan
tidak mancing disini.
Satpam: “Memang tidak, tapi Anda bawa
pancing!” Maria : “Kalau gitu saya laporkan Anda ke
polisi.”
Satpam: “Kenapa, memangnya saya mau
perkosa situ?”
Maria : “Memang tidak. Tapi Anda juga bawa
alatnya.”
Pencopet yang baru saja tertangkap sedang dibawa ke kantor
polisi dengan mobil patroli. Pencopet tersebut
tampak riang gembira saat perjalanan
menuju kantor polisi. Seorang polisi yang
mengawalnya pun merasa heran dengan
tingkah laku pencopet tersebut. Ia pun lalu mencari tahu penyebab senyum sang
pencopet. Polisi : “Dari tadi kulihat kamu senyum-
senyum. Lo seneng ya ditangkap?”
Copet : “Bukan, Pak. Saya senang karena
impian saya akhirnya tercapai.”
Polisi : “Impian apa?”
Copet : “Impian bisa naik mobil polisi.” Polisi : “Haaa…dasar..”
Pada suatu pagi, di sebuah warung kopi sepasang wanita sedang
membicarakan sesuatu. Mereka tampak
asyik membicarakan tentang pria idaman.
Rachel yang sudah lama menjomblo
mengidamkan seorang laki-laki yang bisa
menjadi pasangan seumur hidupnya. Sementara, Raras yang sudah bersuami
mencoba memberikan saran kepada
sahabatnya agar dapat cepat dikaruniai
jodoh. Rachel : “Ras kenapa yak kok gw susah
banget dapat jodoh.”
Raras : “Sebenarnya pria idaman kamu yang
seperti apa seh? Kemarin dah gw kenalin
seorang pria mapan lo malah tolak”
Rachel : “Gw butuh pria yang pandai menyanyi dan melawak. Yang selalu
menghibur saya saat sedang susah, selalu
ada di rumah setiap malam, dan bisa diam
saat saya sedang tak ingin bicara.”
Raras : “waduh sepertinya lo tidak
membutuhkan pria, yang lo butuhin adalah Televisi.”
Seorang penjual asbak tampak sibuk menjajakan barang
dagangannya di sebuah terminal bis.
Terminal bis tersebut tampak sangat ramai
apalagi saat ini sedang musim liburan akhir
tahun. Penjual asbak tersebut tampak agresif
mendekati dan membujuk para pengunjung terminal. Penjual asbak lalu menghampiri
seorang lelaki paruh baya yang memakai
pakaian mewah. Ia berpikir lelaki tersebut
dapat menjadi pembeli potensial. Penjual : “Mau beli asbak ngga, Pak? Murah
lho..limabelas ribu dapet tiga.”
Pengunjung : “Ngga ah..”
Penjual : “Kenapa Pak? barangnya
berkualitas lho murah lagi sedang obral
neh..mau ambil berapa Pak?” Pengunjung : “Aduhhh… Mas saya ngga
merokok..”
Penjual : “Saya menawarkan asbak, Pak,
bukan rokok.”
Pengunjung : “Dasar sinting..”
Di sebuah kantor firma hukum, seorang tersangka kasus
penyerobotan tanah menemui seorang
pengacara yang terkenal handal. Sang klien
pun lalu menceritakan panjang lebar tentang
kasus yang telah menjeratnya. Sang
pengacara dengan seksama mendengarkan paparan dari kliennya. Setelah selesai,
mereka pun membicarakan tentang masalah
fee. Pengacara: “Apa Anda sudah mengirim uang
untuk menangani kasus ini pada sekretaris
saya?”
Klien : “Sudah, tapi uang itu ditolak karena
tidak sesuai tarif katanya. Kemudian saya
disuruh menemui pengacara kelas kambing saja.”
Pengacara: “Lalu, apa yang Anda lakukan?
Klien : “Ya, saya menemui Anda.”
Pengacara: “Haaa…???”
Bu Siti kesal sekali pada Boni, anak laki-lakinya yang susah jika disuruh makan sayur. Boni memang tidak suka dengan segala jenis sayuran, Boni lebih suka menyantap makanan yang berbahan
daging. Bu Siti pun berusaha keras membujuk Boni agar suka memakan sayur mayur dengan menawarinya sop sayur bayam.
Siti : “Nah, sekarang makan sayur bayamnya ya nak!!!”
Boni: “Emang kalau Boni makan bayam bisa
tumbuh besar Bu.”
Siti : ” Tidak hanya itu sayur bayam akan
memberikan warna pada pipimu agar lebih cerah.”
Tino: “Mungkin juga begitu, tapi siapa yg ingin punya pipi hijau?”
Siti : “Hmmm….”
Pada suatu pagi, dua sahabat lama kembali bertemu dalam sebuah
acara reuni. Mereka kemudian mengobrol
dengan hangatnya. Obrolan masih seputar
kenangan semasa kuliah bersama. Hingga
akhirnya obrolan pun berlanjut kemasalah
pekerjaan. Mereka pun tampak antusias menceritakan suka duka selama bekerja. Bobi : “Min, dengan apa biasanya kau
berangkat ke kantor?”
Amin: “Lari donggg.”
Bobi : “Wah, hebat sekali kau Min. Nggak
takut terlambatkah? Setahuku kantormu
jaraknya jauh sekali dari rumah kau.” Amin: “Nggak sih aku selalu tepat waktu kok
tidak pernah terlambat. Cuma aku sering
dimarahi kondektur. Kata kondekturnya, di
dalam bus kota dilarang lari-lari!”
Bobi : “Sialan Kau!!!”
Pada suatu pagi di halaman sebuah kampus, dua mahasiswa yang akan segera diwisuda sedang duduk-duduk santai di bawah pohon beringin.
Mereka tampak asyik main tebak-tebakan
untuk menguji kompetensi sang sarjana. Bona yang baru saja lulus sebagai mahasiswa sastra dan bahasa Indonesia pun mendapat pertanyaan dari koleganya yang baru lulus sebagai mahasiswa teknik. Bona pun tertantang untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Amir : “Eh, mana kalimat yg benar? Anak
Yatim itu dipukuli ayahnya atau Anak yatim
itu dipukulkan ayahnya.”
Bona : “Ya pasti, Anak yatim itu dipukuli
ayahnya, dong!!!”
Amir : “Salah tuh..” Bona : “Terus yang bener apaan dong??”
Amir : “Nggak ada yg bener, soalnya mana
ada anak yatim yang punya ayah.”
Bona :”…….Hmfffffffffffff..”
Seorang istri yang super cerewet meminta suaminya untuk
mengantar ke dokter untuk memeriksakan
kesehatannya. Sang suami yang super
penurut pun memenuhi permintaan istri
tersayang. Setelah pemeriksaan selesai, sang
dokter pun lalu menerangkan hasil pemeriksaan kesehatannya. Dengan
seksama, pasangan suami istri itu pun
mendengarkan hasil pemeriksaan. Istri : “Bagaimana Dok hasil
pemeriksaannya. Apakah ada masalah
kesehatan di tubuh saya?”
Dokter: “Ibu hanya terlalu kurus. Biar ideal,
mestinya ditambah 200 gram lagi.”
Istri : “Nah Pak, kau dengar sendiri kata Dokter. Kalau begitu nanti kita ke toko emas.
Belikan aku kalung 200 gram, biar beratku
ideal!!”
Suami : “Haaa…???”
Pada suatu pagi yang cerah, Ani menuju ke tempat kerjanya
dengan menumpang bis kota. Untuk
menghilangkan kejenuhan, ia pun lantas
memakan camilan berupa kacang rebus. Ani
pun sangat menikmati camilan yang murah
dan gurih tersebut. Agar kelihatan sopan, Ani pun menawari kacang kepada seorang
wanita yang duduk di sebelahnya yang
bernama Uni. Ani : “Mba mau kacang ngga? enak lho
silahkan kalau mau ambil aja.”
Uni : “Ngga Mba terimakasih.”
Ani : “Lho kenapa Mba?”
Uni : “Soalnya kacang bisa menggemukkan…”
Ani : “Masak seh buktinya apa?” Uni : “Buktinya…lihat aja gajah”
Ani : “Oalah……”
Pada suatu pagi, di balai desa Maju Mundur diadakan penyuluhan
kesehatan. Penyuluhan kesehatan dipandu
seorang dokter cantik nan sexy dari kota
seberang. Para peserta pun tampak sangat
antusias mengikuti acara penyuluhan
tersebut. Untuk sesi pertama, sang dokter pun fokus pada kesehatan gigi. Dokter : “Saya ingin tahu seberapa sering
bapak-bapak menggosok gigi?
Warga 1 : “Kalau saya 3x sehari Bu Dokter!!!”
Dokter : “Bagusss..”
Warga 2 : “Alah gitu aja sombongg..saya bisa
12x lho” Dokter : “Lho kok bisa?”
Warga 2 : “Bisa aja Bu Dokter yaitu tiap
Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli,
Agustus, September, Oktober, November, dan
Desember.”
Dokter : “Oh kirain..”
Pada suatu pagi, seorang wanita sexy bernama Juliete
tersenyum-senyum sendiri usai terbangun
dari tidurnya. Usut punya usut ternyata ia
baru saja bermimpi mendapat hadiah. Merasa
penasaran dengan arti mimpinya, ia pun
langsung menanyakan perihal mimpi tersebut kepada suaminya. Istri : “Pa, tadi malam mama mimpi diberi
hadiah lho. Kira-kira apa yak arti mimpi
tersebut?”
Suami : “Oh iya tunggu nanti sore yak kau
pasti akan tahu jawabnya.”
Istri : “Okay Pa…” Sang istri pun langsung membayangkan
mendapat hadiah cincin berlian dari
suaminya. Sore hari pun menjelang, Sang
Suami pulang dari kantor. Sang istri yang
sudah dag dig dug menanti hadiah cincin
berlian tiba-tiba marah bukan kepalang. Bukannya mendapat hadiah cincin berlian, ia
malah mendapat bingkisan dari suaminya
yang berisi buku tafsir mimpi.
Pada suatu hari Ali yang masih duduk di kelas 4 SD mendadak
kepergok sedang merokok oleh pamannya.
Merasa ikut bertanggungjawab dengan
perkembangan Ali, sang paman pun
melaporkan kejadian tersebut kepada
bapaknya Ali. Ali pun langsung didamprat oleh bapaknya sambil diberi wejangan
secukupnya. Bapak : “Ali kamu tuh ngga boleh merokok
sebelum bisa cari duit sendiri.”
Ali : “Baik Pak.”
Keesokan harinya, Ali kembali kepergok
merokok kali ini bapaknya sendiri yang
memergokinya secara langsung. Sang bapak pun marah bukan kepalang.
Bapak : “Ali gimana seh kemarin kan sudah
bapak bilangin kalau mau merokok
syaratnya harus bisa cari duit sendiri.”
Ali : “Lho Ali kan sudah bisa cari duit
sendiri Pak.” Bapak : “Haaa cari duit dimana? (terheran)
Ali : “iya td Ali cari di lemari Bapak
hehehe…”
Tiga bocah sedang berkumpul di sebuah gubuk. Mereka tampak
asyik bersenda gurau sambil menikmati
pemandangan sawah yang terhampar di
sekeliling mereka. Ketiga bocah itu pun mulai
memamerkan ayah mereka masing-masing.
Budi yang bapaknya seorang tentara tampak sangat bangga dengan profesi ayahnya. Budi : “Ayahku TNI. Kupanggil Ayah, nanti
kalian bisa ditembak.”
Juni : “Alah… ayahku lebih hebat lagi. Ayahku
seorang jaksa kalau kalian macam-macam
bisa diseret ke pengadilan.”
Suli : “Kalau ayahku pengangguran. Kalau kalian menggangguku, aku panggil ayahku
sekarang…”
(kontan saja Budi dan Juni ketakutan)
Tante Jenny yang terkenal cerewet bin bawel akan pulang dari
pasar. Ia pun langsung memanggil tukang
becak. Tukang becak pun dengan antusias
memenuhi panggilan Tante Jenny. Tante
Jenny pun segera menawar tarif becak agar
dapat harga yang lebih murah. Tukang becak pun senang-senang saja ditawar oleh Tante
Jenny. Tante Jenny : “Bang ke jalan Nanas Rp 5000
aja ya?”
Abang becak : “Waduh jauhnya segitu
bagaimana kalau Rp 7000 aja Tante?”
Tante Jenny : “Halah, itu mulut gangnya kan
sudah kelihatan dari sini.” Abang becak : “Iya emang kelihatan,
matahari dari sini juga kelihatan Tante!!!”
Tante Jenny : “Wekss..”
Cewek : “Mas kerja dimana?”
C0w0k : “Saya cuma ada usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…”
Cewek : “(W0W…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?”
C0w0k : “Pondok Indah Bukit G0LF…”
Cewek : “(W0W kereenn…Rumah 0rang-0rang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?”
C0w0k : “Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…”
Cewek : “(Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?”
C0w0k : “Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…”
Cewek : “(Wah c0w0k idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?”
C0w0k : “Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…”
Cewek : “(Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas mer0k0k??”
C0w0k : “Tidak…r0k0k itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…”
Cewek : “(Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?”
C0w0k : “Tidak d0nk…”
Cewek : “(Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??”
C0w0k : “Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja”
Cewek : “(0oohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??”
C0w0k : “Tidak tidak…”
Cewek : “(Iihh…sh0leh banget nih c0w0kk!) Mas udah naik haji?”
C0w0k : “Yah…baru 3x dan umr0h paling 6x…”
Cewek : “(Subhanallah…cal0n surgawi…) H0binya apa sih mas?”
C0w0k : “BOH0NGIN 0rang……”
jangan marah dan menghujat DPR. karena mereka sudah mewakili seluruh kepentingan rakyat.
Rakyat mau kaya sudah diwakili mereka Rakyat mau mobil mewah sudah diwakili mereka Rakyat mau gaji gede sudah diwakili mereka, mau tempat kerja nyaman dengan ruangan ber AC sudah diwakili mereka, Rakyat mau jalan jalan keluar negeri sudah diwakili mereka. kesimpulannya semua keinginan rakyat sudah terpenuhi……………. wkwkwkwkwk
Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk
memupuk rasa percaya diri mereka.
Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus
mengungkapkan cita-cita mereka.
Doddi berdiri dan berkata :
“Nama saya Dodi. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya
bisa pergi ke Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya”,
“Bagus sekali Dodi. Terimakasih. Siapa lagi?”, tanya Bu Guru.
Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata,
“Nama saya Shanti. Kalau besar nanti, Shanti ingin jadi ibu rumah tangga
dan punya anak yang manis.”
“Bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa
lagi?”.
Si Zaenal berdiri dan berkata,
“Saya Zaenal, nanti kalau sudah besar saya akan membantu Shanti mencapai
cita-citanya…..”.
“Sepatoe Boeaya”
Seorang perempuan ingin memiliki sebuah sepatu dari kulit buaya.
Diapun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“Mahal amat sih,” tanya si perempuan.
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri saja sana”, ketus si
pemilik toko.
Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke
sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum melihat
tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan
senjatanya ke seekor buaya lainnya.
Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya ke-empat
ke pinggir sungai dan kemudian menyumpah,
“Sialan..!! Yang ini juga nggak pakai sepatu..!.”
Bu Sri, seorang guru kelas satu SD NingNong,
sangat kesal dengan seorang muridnya yang bernama Joko.
Bu Sri: “Joko, mengapa kamu tidak mau mengikuti pelajaran di kelas?”
Joko: “Saya anak cerdas, pelajaran kelas satu terlalu mudah untuk saya,
bahkan saya dapat mengerjakan semua soal punya kakak saya yang dikelas tiga.
Seharusnya saya ada dikelas tiga juga!”
Bu Sri merasa kesal. Ditariklah si Joko ini keruang Kepala Sekolah.
Ketika si Joko menunggu di depan ruang Kepala Sekolah, Bu Sri menjelaskan pada Pak Amir,
Kepala Sekolah NingNong, mengenai kelakuanmuridnya yang bernama Joko ini.
Pak Amir kemudian ingin mengetahui seberapa pandai si Joko ini sehingga ia berkeinginan
ditempatkan dikelas tiga, apabila ia tidak dapat menjawab test yang diberikan
oleh Pak Amir, maka ia harus kembali sebagai murid kelas satu dan berkelakuan yang sepantasnya,
atau apabila tidak menurut maka orang-tuanya harus dipanggil. Bu Sri setuju.
Pak Amir (PA): “Joko, berapa 3×3?”
Joko (J): “9!”
PA: “Berapa 6×6?”
J: “36!”
Kemudian Pak Amir memberikan test-test berikutnya sesuai dengan matapelajaran kelas tiga SD
dan semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan benar oleh sang genius Joko.
Pak Amir lalu berkata pada Bu Sri: “Saya rasa Joko dapat langsung dipindahkan ke kelas tiga.”
Bu Sri (BS): “Pak Amir, mohon tunda dahulu keputusan ini.
Saya akan memberi-kan beberapa pertanyaan lagi pada Joko”Pak Amir dan Joko
setuju.
BS: “Joko, apa yang dimiliki sebanyak empat buah oleh seekor sapi sedangkan saya hanya punya dua?”
Dengan cepat Joko menjawab: “Kaki!”
BS: “Apa yang ada dicelanamu tapi tak ada di celana saya?”
J: “Saku!”
BS: “Coba tebak sebuah benda dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan huruf ‘C’
dan diakhiri huruf ‘T’, dimana benda tersebut berambut, bulat, lonjong,
dan mengandung cairan berwarna putih?”
J: “Coconut!”
Kening Pak Amir berkerut dengan mata membelalak…
BS: “Benda apa yang dimasukan dalam keadaan keras, kemudian
memerah, dan dikeluarkan setelah lembek dan lengket?”
J: “Permen karet!”
BS: “Apa yang dilakukan pria dalam kondisi berdiri, wanita dengan duduk,
dan anjing dengan satu kaki diangkat?”
J: “Jabatan tangan!”
BS: “Sekarang saya akan bertanya mengenai ‘Siapa saya’,okay?”
J: “Ya, Bu Sri.”
BS: “Kamu memasukan tiang kamu pada saya. Kamu mengikat saya untuk membangkitkan saya.
Saya basah sebelum kamu basah. Siapa saya?”
J: “Tenda!”
BS: “Sebuah jari memasuki saya. Kamu menggerakan si jari tersebut.
Pengantin pria adalah yang pertama melakukannya. Siapa saya?”
J: “Cincin Kawin!”
BS: “Saya terdiri dari berbagai ukuran. Ketika saya sakit, cairan menetes. Siapa saya?”
J: “Hidung!”
BS: “Saya mempunyai pentungan keras. Ujungku dapat menembus. Siapa saya?”
J: “Panah!”
BS: “Saya test kamu dalam bahasa Inggris lagi.
Sebutkan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ‘F’ dan diakhiri
huruf ‘K’ yang dapat memberikan kenikmatan?”
J: “Firetruck!”
Pak Amir langsung menyela Bu Sri supaya tidak menanyai Joko lebih lanjut
sambil berkata: “Bu Sri, taruh Joko dikelas lima.
Dia lebih pandai dari saya dimana jawaban saya
untuk sepuluh pertanyaan terakhir tidak ada yang benar..!!”
Naik Motor Bertiga
Pada suatu pagi yang cerah, seorang polisi tampak sumringah karena mendapat mangsa. Dia melihat sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melintas di hadapannya. Dengan semangat, ia pun mengejar pengendara tersebut. Perjuangan kerasnya pun berhasil, ia berhasil menangkap pengendara motor beserta pemboncengnya. Mereka pun segera digiring ke pos polisi dan diinterogasi.
Pak Polisi : Selamat pagi adek tolong tunjukkan STNK dan SIMnya!”
Pengendara: Ini pak surat-suratnya lengkap ada STNK dan SIM, keduanya juga belum kadaluarsa.”
Pak Polisi : “Oke kalian tahu letak kesalahan kalian?”
Pengendara:”Ngga tahu Pak?”
Pak Polisi : “Kenapa kalian naik motor bertiga?”
Pengendara: “Tadinya mau berempat Pak, sayangnya ngga muat.”
Pak Polisi : “Dasar gila!!”
Wkwkwkwkwk….
Dasar polisi, kalau kelhtan org naik motor boncengan lbh dari 2 kayak yg mau dapat harta karun aja.
Mantap bang.
Razia PKL
Pada suatu malam yang dingin di pusat kota Jakarta, para pedagang kaki lima tampak sedang asyik melayani pembeli. Namun tiba-tiba, serombongan Satpol PP datang dan berencana mengacak-acak dagangan mereka. Beberapa pedagang pun berlarian sambil berusaha menyelamatkan barang dagangan. Namun anehnya, ada seorang pedagang yang tetap tenang berjualan dan melayani pembeli meski pasukan Satpol PP sudah mendekat.
Petugas: “Haiii lo kok malah tenang-tenang
disini? kagak ikut kabur lo?”
Pedagang: “Lha ngapain harus lari Pak?”
Petugas: “Lo kan tau dilarang berjualan disini? bisa kena denda tau?”
Petugas: “Bapak ini kok aneh? pernah sekolah kagak seh? kan lebih baik saya jualan di sini daripada di tengah jalan.”
Petugas: “Dasar aneh!!”
Lambang Apotik
Arya bertemu dengan Hendri di depan apotik Maju Lancar. Arya yang baru saja selesai membeli obat segera mengobrol akrab dengan teman lamanya tersebut. Mereka pun mengobrol asyik tentang masalah apotik.
Arya : “Halooo Hendri sedang ngapain lo
disini?”
Hendri: “Gw mau beli obat, lo sendiri ngapain disini?”
Arya : “Ini gw baru aja beli obat. Eh Hen lo
merhatiin kagak kenapa yak lambang apotik tuh ular sama gelas?”
Hendri: “Oh iya yak gw malah kagak
merhatiin.”
Arya : “Emang ngga ada hewan yang lain?
Gajah gitu kan seru tuh?”
Hendri: “Muke gile lo, kalau gajah sama gelas, pecah dunk gelasnya gimana seh lo”
Arya : “Oh iya pinter juga lo.”
Resep Cepat Kurus
Pada suatu siang yang lumayan terik, seorang wanita berperawakan gemuk mengunjungi sebuah klinik kesehatan. Ia tertarik berkonsultasi tentang berat badan ke dokter di klinik tersebut. Menurut kabar burung yang beredar, dokter tersebut dikenal cukup ampuh menangani pasien yang menderita obesitas. Dengan muka penuh optimisme, ia pun segera menemui dokter tersebut.
Dokter: “Pagi Mba ada yang bisa saya bantu. Ada keluhan apa?”
Pasien: “Dok saya ingin sekali kurus,
resepnya gimana?”
Dokter: “Wah gampang sekali itu Mba. Anda cukup geleng-geleng saja selama dua bulan.”
Pasien: “Sehari berapa kali Dok?”
Dokter: “Cukup saat orang menawari makan saja. Gampang kan.”
Pasien: “Dasar dokter sinting.”
Mirip Sapi
Pada suatu pagi di SD Maju Ceria, Pak Guru Hadi memberikan teka teki kepada murid-muridnya. Jason yang baru saja pindah dari sekolah SD di Jakarta pun merasa tertarik dengan teka-teki yang diberikan sang guru. Ia tampak begitu antusias menyimak pertanyaan yang diajukan gurunya.
Guru : “Coba tebak anak-anak. Mata, hidung, telinga, mulut dan badan mirip sapi, tapi bukan sapi, benda apa ini?”
Jodi : “Waduh apa yak Pak. Kerbau kali pak”
Guru : “Salah tuh, kerbau kan hitam legam
kayak kamu.”
Jason: “Saya tau Pak Guru jawabannya pasti
gambar sapi.”
guru : “Wah betul pinter kali kau Jason.”
Kelilipan Mobil Mewah
Pada suatu sore yang cerah, Bona menghadiri acara arisan bersama dengan teman-teman kerjanya. Untuk menunggu pengocokan arisan, mereka pun mengobrol dengan asyiknya. Salah satu tema yang menjadi obrolan adalah tentang istri dan pacar mereka masing-masing. Bona yang sedang bermasalah dengan istrinya pun
bersemangat mengeluarkan uneg-unegnya.
Bona : “Heiii teman-teman kemarin istri gw
baru saja kelilipan pasir.”
Andre: “Wah parah dunk? terus gimana?”
Bona : “Iya gw bawa ke dokter, apes deh gw habis 50 ribu cuy..”
Ahsan: “Weh itu belum seberapa. Coba bayangin aja istri gw kelilipan mobil mewah. gw harus ke dealer habis 300 juta bayangin aja.”
Bona : “Weks….”
Hasil Ujian Yang Memuaskan
Seorang anak bernama Bona pulang ke rumah dengan muka berseri- seri. Ia akan melaporkan hasil ujian akhir semester kepada papanya. Segera saja, Bona
menghampiri papanya yang sedang bersantai di beranda belakang. Melihat muka bona yang berseri-seri, sang papa pun berharap ada kabar baik yang akan disampaikan Bona.
Bona: “Pa hasil ujian sudah diumumkan.”
Papa: “Wah gimana hasil ujianmu?”
Bona: “Ujian Bahasa Inggris dan Matematika dapat 90 lho!”
Papa: “Wah hebat anak papa yang satu ini.”
Bona: “Iya dunk Bona gitu lhoo..”
Papa: “Coba papa lihat! Lho itu totalnya yak?? Bahasa Inggris dapat 50, Matematika dapat 40?”
Bona: “Iya papa hehehe…”
Obat Nyamuk Sembuhkan Batuk
Pada suatu pagi, Momon pergi ke pasar untuk membeli sayur. Saat tiba di pasar, ia tertarik dengan kerumunan orang di depan pasar. Setelah bertanya kiri kanan akhirnya Momon mengetahui kalau ada acara konsultasi pengobatan gratis. Ia pun tertarik untuk menyambangi karena dirinya memang sedang terserang batuk akut. Saat dibuka sesi tanya jawab, Momon segera mengajukan pertanyaan terkait penyakitnya.
Momon: “Om ada obat batuk kagak. Sudah
seminggu lebih neh batuk ane kagak sembuh-sembuh.”
Tabib : “Ada Mas, mau ambil paket apa?
paket satu, dua, atau tiga.”
Momon: “Wah paketnya beli yak kirain gratis.”
Tabib : “Iya paket obatnya beli, konsultasinya yang gratis.”
Momon: “Oh iya kalau gitu ane konsultasi aj. Kata tetangga ane, obat nyamuk bisa
ngobatin batuk. Bener kagak tuh?”
Tabib : “Betul saudara silakan dicoba kalau
tidak percaya. Dijamin tidak batuk lagi. Untuk selama-lamanya.”
Bunga Yang Menyakitkan
Pada suatu pagi, Viola yang baru berusia tujuh tahun memasuki
ruang kelas barunya. Ia baru saja pindah dari
sekolah di kota ke desa. Ia pun dengan
antusias memasuki ruang kelas barunya.
Disambut dengan riuh oleh teman-teman dan
guru barunya di kelas dua SD Maju Mundur. Ia pun langsung berkenalan dengan ibu guru dan
teman-teman barunya. Di ruang kelas lima SD
Maju Mundur, Bu Ngatini ternyata sedang
memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan
Alam. Untuk menarik perhatian murid-
muridnya, ia pun memainkan metode tebak- tebakan. Bu Guru: “Anak-anak coba tebak apa nama
bunga yang berduri?”
Murid : “Mawar bu..”
Bu Guru: “Betul sekali. Selain mawar berduri,
bunga apa yang sakit kalau kena orang?”
Viola : “Bunga Tini lagi ngamuk, lempar gelas, piring sama termos.”
Pendaratan Darurat Pesawat
Sebuah pesawat mengalami kerusakan mesin dan harus
melakukan pendaratan darurat. Sang pilot
pun segera meminta izin untuk melakukan
pendaratan darurat kepada otoritas bandara.
Tidak lupa sang pilot melaporkan kondisi
pesawat kepada otoritas bandara. Otoritas bandara pun segera menyiapkan tempat
untuk pendaratan darurat. Pilot : “Mayday.. mayday izin mendarat
darurat yak!”
Bandara: “Bentar yak saya cek dulu..”
Pilot : “Okay kami tunggu kabar
selanjutnya.”
Beberapa saat kemudian, otoritas bandara pun memberi kabar gembira pada sang pilot.
Bandara: “Boleh silahkan melakukan
pendaratan darurat, laporkan posisi dan
ketinggian Anda!”
Pilot : “Posisi duduk paling depan, tinggi
sekitar 170 cm..”
Ban Lebih Cepat BotaK
Pada suatu pagi Panjul ingin berkonsultasi kepada Bapaknya. Ia
penasaran dengan masalah ban sepeda
motornya. Ia merasa heran dengan ban
motor belakangnya yang lebih cepat gundul
dibanding ban depan. Padahal ia sudah
membeli ban dengan kualitas nomor satu. Panjul : “Pak Panjul lagi bingung neh..”
Bapak : “Bingung kenapa anakku?”
Panjul : “Pak Kenapa seh ban belakang lebih
cepat botak dibanding ban depan?”
Bapak : “Sebab ban belakang stres Jul, mikir
bagimana caranya mendahului ban depan.” Panjul: “Oalah..”
Dilarang Pergi Malam
Pada malam bulan purnama, seorang gadis remaja berkeinginan pergi bersama teman-temannya untuk pergi keliling kota. Ia pun segera meminta izin ibunya agar diizinkan pergi bersama teman-temannya. Namun sayangnya keinginan sang gadis ditolak mentah-mentah oleh sang ibu. Karena merasa terkekang, sang gadis pun melancarkan protes kepada ibunya.
Gadis: “Mama kenapa seh kok aku dilarang
pergi malam-malam sama teman-emanku?
Aku kan cuma pengin senang-senang, jenuh dirumah mulu”
Mama: “Huss soalnya anak perawan tidak
boleh keluyuran malem-malem pamali tahu.”
Gadis: “Lha kan aku udah ga perawan Ma!”
Lagu Cinta
Sepasang kekasih sedang memadu kasih di depan tivi. Mereka
tampak asyik bercumbu sambil sesekali
menyantap sepiring pisang goreng dan
sebungkus kacang garing. Sang cowok pun
mencoba mengeluarkan rayuan maut untuk
menggoda kekasihnya. Sang cewe pun merespon dengan mesranya. Cowo: “eh kalau tiap inget kamu,selalu deh
pengen denger lagu cinta.
Cewe: “iih,so sweet deh kamu..jadi tambah
sayang deh.”
Cowo: “Aku juga makin cinta sama kamu.”
Cewe: “emang lagu cinta yg mana?” Cowo: “Cinta Satu Malam.”
Kentut Bau Parfum
Sepasang kekasih sedang pacaran di depan warung. Mereka
tampak mengobrol sambil bergandengan
tangan dengan mesranya. Kelihatannya, sang
cowok sangat romantis memperlakukan
kekasih tercintanya. Sang cewek pun
membalas perlakuan cowoknya dengan nada manja. Namun, sang cowok tiba-tiba mencium
bau busuk. Ia pun mencurigai ceweknya
kentut. Cowo: “Beib, kamu kentut ya?”
Cewe: “iya, Cin maaf ya.”
Cowo: “baunya kok kayak parfum Prancis
Cewe: “pasti wangi ya? hehehe…”
Cowo: “bukan wangi tapi tahan lamanya itu
lho….”
Body Makin Berbentuk
Ahmad berjumpa dengan sahabat lamanya, Budi dalam acara
reuni SMP. Mereka pun langsung mengobrol
akrab. Ahmad pun bercerita tentang
perjalanan kesuksesan hidupnya. Tidak mau
kalah dengan sahabatnya, Budi pun
menceritakan kesuksesan karir dan percintaannya. Ahmad: “Gimana kabar lo Bud?”
Budi: “Sehat dan makin kaya aja gw lo
gimana?”
Ahmad: “Kalau gw lo lihat diri makin ganteng
aja”
Budi: “Percaya gw..” Ahmad: “wuih, gile bodi lu makin berbentuk
aja Bud!”
Budi: “nyindir ya lo! body gw kan makin bulet
gini.”
Ahmad: “iya, maksud gw badan lo makin
berbentuk bulat.”
Jam Ganjil
Anang baru saja mendapat warisan berupa jam dinding dari
kakeknya yang baru saja meninggal dunia
dua minggu lalu. Kakek Anang mengklaim
jam tersebut sebagai jam keramat. Anang
pun lalu menaruh jam tersebut di dinding
kamarnya. Namun, selama jam tersebut berada di kamarnya, ia merasa banyak
keanehan yang menghinggapi jam tersebut.
Jam itu selalu berdentang 13 kali, posisi
angkanya juga sering bertukar. Karena
merasa takut, ia pun lalu membawa jam
tersebut ke tukang reparasi jam. Namun tukang reparasi menyatakan tidak ada
kerusakan di jam tersebut. Karena masih
penasaran dan takut, Anang pun lalu
menyewa paranormal untuk memeriksa jam
keramat. Anang: “Bagaimana Mbah adakah keganjilan
pada jam saya?”
Dukun: “Aduhhh Mas ada banyak keganjilan
di jam tersebut.”
Anang: “Serius Mbah mana aja yang ganjil?”
Dukun: “Ini nih ada angka 1, 3, 7, 11….” Anang: “???……”
Oleh-Oleh Ikat Pinggang
Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah kampung nan indah
berkumpullah seorang kakak dengan adik-
adik yang mengerumuninya. Sang kakak
sedang berpamitan untuk merantau ke kota
besar. Sang kakak pun lalu menanyakan
kepada adik-adiknya ingin dibawakan oleh- oleh apa seandainya dia nanti pulang. Kakak: “Haiii Joko kamu minta oleh-oleh apa
jika nanti kakak pulang?”
Joko : “PS aja Kak, buat maen game. Capek
neh ke rental terus.”
Kakak: “Okay nanti kakak usahakan. Kalau
kamu Aryo, kamu pengin apa?” Aryo : “Apa yak..ehmmm dompet aja Kak.”
Kakak: “Oke deh gampang itu. Kalau kamu
mau apa Bud?”
Budi : “Aku pengin ikat pinggang.”
Kakak: “Waduh kayaknya kakak ngga
sanggup. Soalnya susah harus narik dari pinggang orang. Terlalu beresiko, yang lain
aja”
Lebih Miskin
Pada suatu pagi yang cerah, Andre sedang berjalan-jalan keliling
kota kelahirannya. Sebagai anak rantau yang
sukses, ia ingin bernostalgia dengan
menyusuri jejak masa kecilnya di kota kecil
tempat ia menghabiskan masa mudanya.
Setelah menyusuri alun-alun kota, ia pun bergegas pergi ke pasar tradisional yang
terletak di pusat kota. Saat menyusuri pasar
yang penuh kenangan tiba-tiba, Andre
dihampiri seorang pengemis tua. Pengemis : “Tolong saya tuan saya butuh Rp.
3000 untuk mengisi perut Tuan!”
Andre : “Maaf tidak punya!”
Pengemis : “Kalau gitu beri saya Rp. 2000
untuk semangkuk bubur, Tuan!”
Andre : “Wah tidak punya!” Pengemis : “Kalau gitu Rp. 1000 untuk segelas
es teh, Tuan!”
Andre : “Aduh tidak punya!”
Pengemis : “Waduh…ternyata nasib Tuan
lebih parah dari saya!”
Operasi Gigi Gratis
Seorang kakek yang terkenal sebagai miliuner terpandang di kota
Maju Mundur berniat untuk memeriksakan
gigi. Selama tiga hari berturut-turut, ia
merasakan giginya terasa linu. Ia pun segera
memanggil dokter gigi ternama di seantero
kota. Maka datanglah sang dokter ke rumah kakek miliuner, setelah diperiksa beberapa
menit maka dokter berkesimpulan gigi
kakek miliuner harus dicabut. Beberapa
menit kemudian sang kakek miliuner pun
selesei menjalani operasi cabut gigi. Kakek : “Berapa biaya semuanya Dok?”
Dokter: “Ehmmm ngga usah Kek. Gratis kok.”
Kakek : “Oalahhh makasih banyak yak Dok.
Semoga kebaikan Dokter dibales sama Yang
Kuasa. Amin.”
Sang dokter pun bergegas pulang. Kemudian anak dari kakek miliuner pun menghampiri
kakeknya yang barusan sukses dioperasi
giginya.
Anak : “Gimana Pa? Udah ngga sakit lagi
kan?”
Kakek: “Iya udah ngga sakit lagi. Eh tadi dokternya baik banget, operasi cabut giginya
gratis lho..”
Anak : “Serius gratis? Coba kulihat mana yang
dicabut. Gigi emas kakek kemana?”
Izin Berburu Kadaluarsa
Untuk mengisi waktu libur, Danang berencana untuk pergi berburu
celeng di hutan. Segera saja ia
mengumpulkan teman-temannya untuk
bersegera menjelajah hutan. Setelah
terkumpul beberapa orang, Danang dan
teman-temannya segera menuju ke hutan. Namun sebelum memasuki hutan, mereka
dicegat oleh polisi hutan. Polisi hutan
mencurigai mereka sebagai pemburu liar. Polisi: “Selamat pagi Pak!!”
Pemburu: “Iya Pak.”
Polisi: “Boleh minta tolong menunjukkan izin
berburu Anda?”
Pemburu: “Ini Pak silakan dicek.”
Polisi: “Wah ini kan sudah kadaluarsa, udah habis sejak tiga bulan yang lalu. Anda sudah
tidak bisa berburu celeng di hutan ini.”
Pemburu: “Memang betul Pak izinnya sudah
kadaluarsa. Tapi saya kan sedang berburu
celeng yang saya tangkap tiga bulan yang
lalu.” Polisi: “???…”
Penyelam Luar Biasa
Saat berlibur ke Pulau Bali, Anton menyempatkan diri menyalurkan
hobinya yaitu menyelam. Anton pun
bersegera mencari spot terbaik untuk
diselami. Setelah menemukan spot terbaik,
Anton segera menceburkan diri ke dalam
laut. Saat sedang asyik melihat-lihat terumbu karang dan ikan-ikan yang menari di
kedalaman 7 meter ia terkejut bukan
kepalang. Ia tidak menyangka, tiba-tiba ada
seseorang berada di sampingnya, menyelam
tanpa peralatan selam. Anton pun kemudian
turun ke kedalaman 20 meter, ia kaget orang yang tadi dilihatnya menyusulnya.
Anton pun kemudian turun hingga kedalaman
40 meter berharap dapat pemandangan yang
lebih asyik. Anton makin kaget bercampur
kagum, orang yang dilihatnya tadi pun turun
mengikutinya. Anton makin heran karena gaya menyelam orang tersebut aneh, seperti
orang yang sedang menari-nari. Merasa
penasaran, Anton pun mendekati orang
tersebut sambil memberikan white board
dan spidol dengan tulisan: “Wah Anda hebat
banget!!! luar biasa. Saya penasaran bagaimana caranya menyelam sedalam ini
tanpa memakai peralatan?” Orang itu pun
mengambil white board dan spidol yang
disodorkan Anton lalu menulis: “Dasar bodoh,
Gua tenggelam Cyinn!!!!”
Tes Angka
Pada suatu pagi yang cerah, Bono menjalani hari pertama
bersekolah di TK Maju Mundur. Bono baru
saja pindah dari TK di Jakarta karena
mengikuti ayahnya yang berpindah tugas ke
Solo. Pelajaran pada jam pertama diisi
dengan mata pelajaran berhitung yang dipandu oleh Bu Bena. Bono tampak antusias
mengikuti jalannya pelajaran. Beberapa
menit berlalu, Bono akhirnya dites oleh Bu
Bena masalah pengetahuan angka. Bena: “Haiii Bono sehabis angka tiga terus
lanjut keberapa coba?”
Bono: “mmm…empat bu guru.”
Bena: “Wah hebat betul sekali. Siapa yang
mengajari?”
Bono: “Diajarin sama Mama, Bu Guru.” Bena: “Okay coba kalau habis 10 lanjut
berapa?”
Bono: “Jack Bu Guru.”
Bena: “Dasar…”
Pekerja Seks Hamil Tua
Seorang pekerja seks bernama Cinta sedang hamil delapan bulan.
Perutnya sudah tampak membuncit namun ia
tetap beroperasi di malam pergantian tahun
ini. Sambil menunggu pelanggan datang, Cinta
pun mengobrol dengan rekan seprofesinya
yang bernama Tata. Tata: “Cin dah berapa bulan lo hamil?”
Cinta: “Delapan bulan Ta…”
Tata: “Kira-kira mau kau beri nama apa
anakmu ntar kalau udah lahir?”
Cinta:”Bram aja deh..”
Tata:”Punya makna khusus kayaknya tuh nama.”
Cinta:”Ah ngga juga Bram cuma singkatan
dari beramai-ramai.”
Restoran Prancis
Pada malam pergantian tahun, seorang pemuda bernama Jono
mengajak kekasih tercintanya makan malam
di sebuah restoran Prancis. Jono yang baru
pertamakali mengunjungi restoran elit
tersebut tampak gugup karena ia biasa
makan di warteg. Namun karena ingin membuat kekasihnya terkesan, ia pun
bergaya seolah-olah sudah sering makan di
restoran mewah.
Sambil meneguk anggur yang dihidangkan,
Jono mengambil daftar menu dan mulai
memesan. Pelayan restoran pun segera menghampiri Jono untuk mencatat pesanan
tamunya tersebut. Karena bingung melihat
menu yang semuanya berbahasa Prancis,
Jono pun akhirnya memesan sembarangan. “Mas, saya pesan Jean Pierre Papin dua porsi
yak.” pesan Jono pada seorang pelayan.
“Maaf Tuan,” Jawab si pelayan.”Itu nama
pemilik restoran ini.”
Krim Cantik Mama
Pada suatu sore yang cerah, Panji sedang bermain di kamar mamanya. Panji tampak penasaran dengan perilaku mamanya yang sedang mengoleskan krim pembersih ke mukanya.
Ia begitu serius mengamati detik demi detik proses pengolesan krim ke muka mamanya. Merasa penasaran, ia pun mengajukan pertanyaan kepada sang mama tersayang.
Panji: “Ma mama krim itu buat apaan seh?”
Mama: “Krim ini gunanya untuk membersihkan muka mama dari kotoran
agar mama kelihatan cantik Sayang.”
Panji: “Ohhh gitu…”
Beberapa saat kemudian sang mama mengambil kapas dan mengusap krim yang menempel di wajahnya.
Panji: “Lho kok malah dihapus cih? kenapa
Ma? putus asa yak?”
Mama: “Haa kurang ajal..”
Hadiah Ulang Tahun Anak Konglomerat
Sebagai hadiah ulangtahun kedelapanbelas, seorang remaja putra dari seorang yang konglomerat baru
saja di belikan sebuah motor besar Harley Davidson oleh ayahnya. Padahal dia sendiri tidak mahir mengendarai sepeda motor. Pada saat malam ulang tahunnya, dia pun berkeliling kota mengendarai motor besarnya tersebut. Saking enaknya naik
motor besar, dia pun mulai kebut-kebutan di
jalan. Setelah hampir tiga jam kebut-kebutan,dia pun menghampiri seorang pengendara motor lain yang sedang berjalan.
Anak konglomerat: “Pak..Pak, punya motor seperti motor saya tidak? ”
Pengendara motor: “Aku tidak punya!”,
(sambil berpikir “Sombong banget tuh anak!”)
Lalu si anak melaju lagi sambil menghampiri seorang pengendara taksi.
Anak konglomerat: “Om… om, punya motor seperti motor saya tidak? ”
Pengendara mobil: “Saya tidak punya!!”,
(sambil berpikir “Sialan sombong banget tuh
anak baru juga punya Harley”)
Kemudian si anak melaju lagi sambil menghampiri seorang supir truk.
Anak konglomerat: “Mas… mas, punya motor
seperti motor saya tidak? ”
Supir truk: “Mana punya!!! menghina banget. Emang kenapa lo tanya begitu?”
Anak konglomerat: “Nggak mas, saya cuma tidak tahu rem-nya ada dimana?! “
Kakek Jatuh Dari Lantai Empat
Pada suatu sore yang ditemani dengan gerimis hujan, seorang
kakek sedang menemani cucunya bermain di
teras rumah. Sang kakek pun menceritakan
banyak cerita menarik kepada cucunya agar
sang cucu tidak termakan dengan kebosanan.
Sang kakek pun lalu menceritakan kejayaan masa mudanya.
Kakek: “Cu dulu pada waktu kakek masih seumuran ayahmu, kakek pernah jatuh dari lantai empat gedung bertingkat lho…”
Cucu: “Wah mengerikan sekali, tapi kakek tidak kenapa-napa kan?”
Kakek: “Oh ngga papa kok..cuma jari kelingking kakek aja yang keseleo.”
Cucu: “Wah kakek hebat..”
Kakek: “Tapi jari yang lain termasuk tangan kakek patah semua.”
Nenek Mabuk di Dalam Bis
Seorang nenek merasa pusing bukan kepalang saat berada di dalam
bus antarkota jurusan Jakarta-Tegal. Di
sampingnya duduklah seorang pemuda
berbadan tegap. Merasa iba dengan kondisi
sang nenek, pemuda itu pun mengajak sang
nenek untuk mengobrol dan menawari air minum. Pemuda: “Nenek mabuk yak?”
Nenek: “Iya neh Cu, rasanya mual banget
pengin muntah.”
Pemuda: “Owww….minum air putih aja Nek
biar agak enakan. Ini saya bawa.”
Nenek: “Oh ngga usah makasih. Tapi bolehkah nenek melihat muka kamu
sebentar?”
Pemuda: “Boleh dunk Nek. Emang kenapa
Nek?”
Nenek: “Biar muntahnya lebih cepat.”
Korban Perampokan yang Beruntung
Seorang pemilik toko sedang diwawancarai seorang reporter televisi karena tokonya baru saja dirampok.
Sang reporter heran karena sang pemilik toko tidak menampakkan muka sedih karena baru saja kerampokan. Sang pemilik toko malah menebarkan banyak senyum. Sang reporter pun menjadi penasaran untuk mengulik lebih dalam penyebab bahagianya sang pemilik toko.
Reporter: “Toko anda kan barusan dirampok, kok Anda malah tidak merasa sedih.”
Pemilik: “Iya Mas saya sangat bersyukur dengan peristiwa perampokan ini.”
Reporter: “Emangnya kenapa Pak? dasar aneh.” Pemilik: “Saya bersyukur perampokannya berlangsung hari ini bukan kemarin, perampokan hari ini saya cuma rugi Rp 100 juta bukan Rp 200 juta. Soalnya hari ini toko saya sedang menggelar diskon lima puluh persen.”
Buyung Beli Sarung
Pada suatu pagi yang mendung, Buyung pergi ke pasar untuk
membeli sarung. Sambil menenteng duit
seratus ribuan, Buyung tampak bersemangat
melangkah menuju ke pasar dekat terminal
kota. Hingga akhirnya, sampailah dia ke
pasar yang ia tuju. Buyung pun lantas mencari sarung yang dia
inginkan. Ia mulai menjelajahi kios satu ke
kios yang lain. Ia juga mencoba berbagai
motif sarung dari yang kotak-kotak, batik,
hingga motif konvensional. Hingga tiga jam
berlalu, Buyung belum juga menjatuhkan pilihan. Sang pedagang sarung pun heran lalu
menghampirinya.
Pedagang: “Belum dapat yang cocok
sarungnya Mas?”
Buyung: “Iya Mas sarungnya kok semuanya
longgar yak..”
Mencium dan Memeluk Model
Seorang wanita cantik dan sexy mengadu ke kantor polisi karena ia
merasa mengalami pelecehan seksual oleh
seorang pelukis. Wanita yang berprofesi
sebagai model lukisan tersebut mengaku
tidak terima jika dirinya dipeluk dan diciumi
oleh orang yang melukis dirinya. Setelah menerima laporan, polisi pun langsung
menginterogasi sang pelukis. Polisi: “Apa alasan Anda menciumi dan
memeluk model yang sedang Anda lukis?”
Pelukis: “Saya tidak bisa menahan diri Pak
Polisi padahal biasanya saya selalu bisa
menahan diri untuk tidak memeluk dan
mencium model.” Polisi: “Emang berapa model yang
sebelumnya telah Anda lukis?”
Pelukis: “empat Pak Polisi dan biasanya saya
tidak tergoda dengan mereka.”
Polisi: “Siapa saja mereka?”
Pelukis: “tas, kuda, apel, dan ikan.”
Kata Barangkali
Pada suatu pagi yang cerah di sebuah kelas 4 SD Suka Ria, ibu guru
sedang memberikan pelajaran bahasa
Indonesia. Bu Guru tampak asyik mengajar
murid-murid yang tampak mungil dan lucu.
Bu guru pun lalu memberikan pertanyaan
kepada mereka untuk menguji kepintaran. Guru: “Selamat pagi murid-muridku yang
lucu. Coba Ibu mau tanya siapa diantara
kalian yang bisa membuat kalimat dengan
menggunakan kata barangkali?”
Agus: “Saya bisa Bu Guru. Barangkali saya
anak yg paling ganteng di dunia ini.” Guru: “Wah bagus sekali…hayoo siapa lagi
yang bisa.”
Bobi: “Barangkali di kelas ini saya yang
paling pinter.”
Dery: “Saya bisa Bu. Batu, pasir, kerikil, ikan
adalah BARANG KALI!!!”
Bermain Bersama Capung
Di sebuah kebun belakang rumah yang penuh dengan
tumbuhan ranum seorang anak bernama
Panji sedang bermain. Panji tampak asyik
didampingi oleh ibunya bermain dengan
seekor capung yang baru saja ia tangkap.
Dengan penuh tawa, Panji pun mulai memainkan sang capung berukuran mungil
tersebut. Ibu : “Eh.. dilepaskan tuh capungnya, kasihan
mau mati.”
Anak: “Memangnya kenapa Ma?”
Ibu : “Ntar induknya datang lho!”
Anak: “Gede ngga Ma?”
Ibu : “Gede sekali, sebesar guling!” Anak: “Wah… asyik! Ma, ntar kalau induknya
datang, bantuin tangkap ya ma, mau naik
capung gede nih !”
Letak Rem Bajaj
Suatu pagi yang cerah, Panjul yang sedang dalam perjalanan ke
sekolah berpapasan dengan Pak Lurah di
halaman Balai Desa. Pak Lurah pun ingin
mengetes kepintaran Panjul yang dikenal
sebagai anak pintar. Panjul pun melayani
tantangan Pak Lurah dengan senang hati. Lurah : “Njul, tahu nggak bajaj itu remnya di
mana?”
Panjul: “Di pundak, Pak!”
Lurah : “Ngawur Kamu, kok bisa?”
Panjul: “Kalo mau berhenti kan nyolek
pundak, trus bilang Bang.. stop Bang..” Lurah : “Hahahaha….”
Kambing Bawa Monyet
Dua orang pemuda bertemu di sebuah acara reuni. Mereka
kemudian mengobrol dengan asyiknya
sambil menikmati aneka hidangan yang
bertebaran di meja. Mereka mengobrol
dengan hangatnya meski sudah lama tidak
berjumpa. Mereka pun lalu saling bertukar kabar selama sepuluh tahun terakhir. Pemuda 1: “Hai gimana kabarmu udah lama
kita tidak bersua.”
Pemuda 2: “Baik Bro iya neh ngga terasa
sudah sepuluh tahun kita tidak berjumpa.”
Pemuda 1: “Oh iya kok kamu bawa monyet?”
Pemuda 2: “Siapa yang bawa monyet, gw bawa kambing Bro!”
Pemuda 1: “Gw kagak nanya lo, yang gw
tanya kambing lo!”
Beli Soto Tanpa Ayam
Di sebuah pasar yang sangat riuh terdapat sebuah warung soto
yang ramai dikunjungi para pembeli. Para
pembeli tampak berjubel antre demi
mendapatkan sepiring soto yang terkenal
kelezatannya. Namun tiba-tiba ada seorang
pembeli yang protes dan bertengkar dengan pedagang soto karena ia merasa membeli
soto ayam tetapi tidak ada ayamnya. Si
pedagang soto sendiri sedang repot karena
sedang sibuk melayani pembeli lainnya.
Pedagang soto pun dengan emosi memuncak
melayani protes dari pembelinya. Pembeli : “Bang gimana seh?? Gw kan beli
soto ayam kok ngga ada daging ayamnya
payah neh”
Pedagang: “Emangnya kalau lo beli jambu
monyet harus ada monyetnya!!”
Pembeli : “Sialan..loe!!”
Nenek Menyeberang Jalan
Pada suatu pagi yang cerah seorang nenek tampak kebingungan
saat menyeberang jalan yang teramat ramai.
Ia mencoba untuk menunggu sampai arus
kendaraan mulai menyepi. Namun sesuatu
yang dinanti tidak kunjung tiba. Sampai
akhirnya ia nekat menyeberang jalan dengan kondisi arus kendaraannya masih sangat
ramai. Tiba-tiba saja saat ia mulai melangkah
menyeberang, sebuah sepeda motor nyaris
menabraknya. Sang nenek pun kaget bukan
kepalang saat pengendara sepeda motor
memarahinya. Pengendara : “Wah gimana seh Nyeberang
jalan kok ngga lihat-lihat.”
Nenek : “Dasar lo naik motornya
kenceng-kenceng.”
Pengendara : “Makanya hati-hati kalau mau
nyeberang dasar bego!!!” Nenek : “Lo aja yang bego. Nabrak
nenek-nenek aja gak kena!!”
Pengendara : “Haaa…”
Bayi Mirip Bule
Pada suatu hari di sebuah klinik bersalin, seorang suami sedang
harap-harap cemas. Pasalnya sang istri
tercinta yang sedang hamil dalam proses
persalinan. Detik demi detik pun akhirnya
berlalu, sang bayi mungil pun akhirnya
muncul ke dunia fana. Sang suami girang bukan kepalang. Sayang seribu sayang,
kegembiraannya tiba-tiba musnah ketika
melihat sang bayi yang mirip bule. Padahal
dia dan sang istri pribumi tulen. Sang suami
pun lalu menanyakan persoalan tersebut
kepada Sang Istri tercinta. Suami : “Anak siapa ini Bu? Kok ngga mirip
bapaknya? Malah lebih mirip Brad Pitt?”
Istri : “Itu anak kita Pak…”
Suami : “Ah masak ngga percaya aku…”
Istri : “Itu 80 persen anakmu Pak..sisanya
butuh donor asing untuk memperlancar pembangunan..”
Vonis Penjara Lelaki Tua
Seorang lelaki tua berusia sekitar tujuhpuluh tahun meringkuk di kursi pesakitan. Ia tampak gelisah menunggu vonis terlontar dari mulut Sang Hakim terkait kasus pembunuhan. Setelah
beberapa jam sidang berjalan akhirnya vonis pun terlontar dari mulut Sang Hakim.
Hakim : “Saudara terdakwa, pengadilan
akhirnya memberikan hukuman penjara
selama tiga puluh tahun potong masa
tahanan.”
Lelaki Tua : “Waduh Pak Hakim, saya tak
mungkin tahan untuk menyelesaikan hukuman itu”
Hakim : “Jangan khawatir Pak.Kekurangannya akan dibayar anak-cucu Anda.”
Lelaki Tua : “Haaa…”
Cewe Cantik Dituduh Maling
Seorang perempuan sexy bernama Maria kepergok seorang
satpam membawa pancing di sebuah kolam
penangkaran ikan arwana. Sang satpam pun
menuduh Maria akan mencuri ikan. Maria pun
dengan sigap membantah tuduhan sang
satpam. Satpam: “Eh kamu mau mencuri ikan disini
yak?”
Maria : “Jangan mengada-ada Pak, saya kan
tidak mancing disini.
Satpam: “Memang tidak, tapi Anda bawa
pancing!” Maria : “Kalau gitu saya laporkan Anda ke
polisi.”
Satpam: “Kenapa, memangnya saya mau
perkosa situ?”
Maria : “Memang tidak. Tapi Anda juga bawa
alatnya.”
Impian Seorang Pencopet
Pencopet yang baru saja tertangkap sedang dibawa ke kantor
polisi dengan mobil patroli. Pencopet tersebut
tampak riang gembira saat perjalanan
menuju kantor polisi. Seorang polisi yang
mengawalnya pun merasa heran dengan
tingkah laku pencopet tersebut. Ia pun lalu mencari tahu penyebab senyum sang
pencopet. Polisi : “Dari tadi kulihat kamu senyum-
senyum. Lo seneng ya ditangkap?”
Copet : “Bukan, Pak. Saya senang karena
impian saya akhirnya tercapai.”
Polisi : “Impian apa?”
Copet : “Impian bisa naik mobil polisi.” Polisi : “Haaa…dasar..”
Pria Idaman Wanita
Pada suatu pagi, di sebuah warung kopi sepasang wanita sedang
membicarakan sesuatu. Mereka tampak
asyik membicarakan tentang pria idaman.
Rachel yang sudah lama menjomblo
mengidamkan seorang laki-laki yang bisa
menjadi pasangan seumur hidupnya. Sementara, Raras yang sudah bersuami
mencoba memberikan saran kepada
sahabatnya agar dapat cepat dikaruniai
jodoh. Rachel : “Ras kenapa yak kok gw susah
banget dapat jodoh.”
Raras : “Sebenarnya pria idaman kamu yang
seperti apa seh? Kemarin dah gw kenalin
seorang pria mapan lo malah tolak”
Rachel : “Gw butuh pria yang pandai menyanyi dan melawak. Yang selalu
menghibur saya saat sedang susah, selalu
ada di rumah setiap malam, dan bisa diam
saat saya sedang tak ingin bicara.”
Raras : “waduh sepertinya lo tidak
membutuhkan pria, yang lo butuhin adalah Televisi.”
Jualan Asbak
Seorang penjual asbak tampak sibuk menjajakan barang
dagangannya di sebuah terminal bis.
Terminal bis tersebut tampak sangat ramai
apalagi saat ini sedang musim liburan akhir
tahun. Penjual asbak tersebut tampak agresif
mendekati dan membujuk para pengunjung terminal. Penjual asbak lalu menghampiri
seorang lelaki paruh baya yang memakai
pakaian mewah. Ia berpikir lelaki tersebut
dapat menjadi pembeli potensial. Penjual : “Mau beli asbak ngga, Pak? Murah
lho..limabelas ribu dapet tiga.”
Pengunjung : “Ngga ah..”
Penjual : “Kenapa Pak? barangnya
berkualitas lho murah lagi sedang obral
neh..mau ambil berapa Pak?” Pengunjung : “Aduhhh… Mas saya ngga
merokok..”
Penjual : “Saya menawarkan asbak, Pak,
bukan rokok.”
Pengunjung : “Dasar sinting..”
Pengacara Kelas Kambing
Di sebuah kantor firma hukum, seorang tersangka kasus
penyerobotan tanah menemui seorang
pengacara yang terkenal handal. Sang klien
pun lalu menceritakan panjang lebar tentang
kasus yang telah menjeratnya. Sang
pengacara dengan seksama mendengarkan paparan dari kliennya. Setelah selesai,
mereka pun membicarakan tentang masalah
fee. Pengacara: “Apa Anda sudah mengirim uang
untuk menangani kasus ini pada sekretaris
saya?”
Klien : “Sudah, tapi uang itu ditolak karena
tidak sesuai tarif katanya. Kemudian saya
disuruh menemui pengacara kelas kambing saja.”
Pengacara: “Lalu, apa yang Anda lakukan?
Klien : “Ya, saya menemui Anda.”
Pengacara: “Haaa…???”
Makan Sayur Lebih Berwarna
Bu Siti kesal sekali pada Boni, anak laki-lakinya yang susah jika disuruh makan sayur. Boni memang tidak suka dengan segala jenis sayuran, Boni lebih suka menyantap makanan yang berbahan
daging. Bu Siti pun berusaha keras membujuk Boni agar suka memakan sayur mayur dengan menawarinya sop sayur bayam.
Siti : “Nah, sekarang makan sayur bayamnya ya nak!!!”
Boni: “Emang kalau Boni makan bayam bisa
tumbuh besar Bu.”
Siti : ” Tidak hanya itu sayur bayam akan
memberikan warna pada pipimu agar lebih cerah.”
Tino: “Mungkin juga begitu, tapi siapa yg ingin punya pipi hijau?”
Siti : “Hmmm….”
Berlari Ke Kantor
Pada suatu pagi, dua sahabat lama kembali bertemu dalam sebuah
acara reuni. Mereka kemudian mengobrol
dengan hangatnya. Obrolan masih seputar
kenangan semasa kuliah bersama. Hingga
akhirnya obrolan pun berlanjut kemasalah
pekerjaan. Mereka pun tampak antusias menceritakan suka duka selama bekerja. Bobi : “Min, dengan apa biasanya kau
berangkat ke kantor?”
Amin: “Lari donggg.”
Bobi : “Wah, hebat sekali kau Min. Nggak
takut terlambatkah? Setahuku kantormu
jaraknya jauh sekali dari rumah kau.” Amin: “Nggak sih aku selalu tepat waktu kok
tidak pernah terlambat. Cuma aku sering
dimarahi kondektur. Kata kondekturnya, di
dalam bus kota dilarang lari-lari!”
Bobi : “Sialan Kau!!!”
Anak Yatim Dipukuli Ayahnya
Pada suatu pagi di halaman sebuah kampus, dua mahasiswa yang akan segera diwisuda sedang duduk-duduk santai di bawah pohon beringin.
Mereka tampak asyik main tebak-tebakan
untuk menguji kompetensi sang sarjana. Bona yang baru saja lulus sebagai mahasiswa sastra dan bahasa Indonesia pun mendapat pertanyaan dari koleganya yang baru lulus sebagai mahasiswa teknik. Bona pun tertantang untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Amir : “Eh, mana kalimat yg benar? Anak
Yatim itu dipukuli ayahnya atau Anak yatim
itu dipukulkan ayahnya.”
Bona : “Ya pasti, Anak yatim itu dipukuli
ayahnya, dong!!!”
Amir : “Salah tuh..” Bona : “Terus yang bener apaan dong??”
Amir : “Nggak ada yg bener, soalnya mana
ada anak yatim yang punya ayah.”
Bona :”…….Hmfffffffffffff..”
Berat Ideal
Seorang istri yang super cerewet meminta suaminya untuk
mengantar ke dokter untuk memeriksakan
kesehatannya. Sang suami yang super
penurut pun memenuhi permintaan istri
tersayang. Setelah pemeriksaan selesai, sang
dokter pun lalu menerangkan hasil pemeriksaan kesehatannya. Dengan
seksama, pasangan suami istri itu pun
mendengarkan hasil pemeriksaan. Istri : “Bagaimana Dok hasil
pemeriksaannya. Apakah ada masalah
kesehatan di tubuh saya?”
Dokter: “Ibu hanya terlalu kurus. Biar ideal,
mestinya ditambah 200 gram lagi.”
Istri : “Nah Pak, kau dengar sendiri kata Dokter. Kalau begitu nanti kita ke toko emas.
Belikan aku kalung 200 gram, biar beratku
ideal!!”
Suami : “Haaa…???”
Kacang Bisa Menggemukkan
Pada suatu pagi yang cerah, Ani menuju ke tempat kerjanya
dengan menumpang bis kota. Untuk
menghilangkan kejenuhan, ia pun lantas
memakan camilan berupa kacang rebus. Ani
pun sangat menikmati camilan yang murah
dan gurih tersebut. Agar kelihatan sopan, Ani pun menawari kacang kepada seorang
wanita yang duduk di sebelahnya yang
bernama Uni. Ani : “Mba mau kacang ngga? enak lho
silahkan kalau mau ambil aja.”
Uni : “Ngga Mba terimakasih.”
Ani : “Lho kenapa Mba?”
Uni : “Soalnya kacang bisa menggemukkan…”
Ani : “Masak seh buktinya apa?” Uni : “Buktinya…lihat aja gajah”
Ani : “Oalah……”
Frekuensi Gosok Gigi
Pada suatu pagi, di balai desa Maju Mundur diadakan penyuluhan
kesehatan. Penyuluhan kesehatan dipandu
seorang dokter cantik nan sexy dari kota
seberang. Para peserta pun tampak sangat
antusias mengikuti acara penyuluhan
tersebut. Untuk sesi pertama, sang dokter pun fokus pada kesehatan gigi. Dokter : “Saya ingin tahu seberapa sering
bapak-bapak menggosok gigi?
Warga 1 : “Kalau saya 3x sehari Bu Dokter!!!”
Dokter : “Bagusss..”
Warga 2 : “Alah gitu aja sombongg..saya bisa
12x lho” Dokter : “Lho kok bisa?”
Warga 2 : “Bisa aja Bu Dokter yaitu tiap
Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli,
Agustus, September, Oktober, November, dan
Desember.”
Dokter : “Oh kirain..”
Arti Mimpi
Pada suatu pagi, seorang wanita sexy bernama Juliete
tersenyum-senyum sendiri usai terbangun
dari tidurnya. Usut punya usut ternyata ia
baru saja bermimpi mendapat hadiah. Merasa
penasaran dengan arti mimpinya, ia pun
langsung menanyakan perihal mimpi tersebut kepada suaminya. Istri : “Pa, tadi malam mama mimpi diberi
hadiah lho. Kira-kira apa yak arti mimpi
tersebut?”
Suami : “Oh iya tunggu nanti sore yak kau
pasti akan tahu jawabnya.”
Istri : “Okay Pa…” Sang istri pun langsung membayangkan
mendapat hadiah cincin berlian dari
suaminya. Sore hari pun menjelang, Sang
Suami pulang dari kantor. Sang istri yang
sudah dag dig dug menanti hadiah cincin
berlian tiba-tiba marah bukan kepalang. Bukannya mendapat hadiah cincin berlian, ia
malah mendapat bingkisan dari suaminya
yang berisi buku tafsir mimpi.
Cari Duit Sendiri
Pada suatu hari Ali yang masih duduk di kelas 4 SD mendadak
kepergok sedang merokok oleh pamannya.
Merasa ikut bertanggungjawab dengan
perkembangan Ali, sang paman pun
melaporkan kejadian tersebut kepada
bapaknya Ali. Ali pun langsung didamprat oleh bapaknya sambil diberi wejangan
secukupnya. Bapak : “Ali kamu tuh ngga boleh merokok
sebelum bisa cari duit sendiri.”
Ali : “Baik Pak.”
Keesokan harinya, Ali kembali kepergok
merokok kali ini bapaknya sendiri yang
memergokinya secara langsung. Sang bapak pun marah bukan kepalang.
Bapak : “Ali gimana seh kemarin kan sudah
bapak bilangin kalau mau merokok
syaratnya harus bisa cari duit sendiri.”
Ali : “Lho Ali kan sudah bisa cari duit
sendiri Pak.” Bapak : “Haaa cari duit dimana? (terheran)
Ali : “iya td Ali cari di lemari Bapak
hehehe…”
Ayahku Hebat
Tiga bocah sedang berkumpul di sebuah gubuk. Mereka tampak
asyik bersenda gurau sambil menikmati
pemandangan sawah yang terhampar di
sekeliling mereka. Ketiga bocah itu pun mulai
memamerkan ayah mereka masing-masing.
Budi yang bapaknya seorang tentara tampak sangat bangga dengan profesi ayahnya. Budi : “Ayahku TNI. Kupanggil Ayah, nanti
kalian bisa ditembak.”
Juni : “Alah… ayahku lebih hebat lagi. Ayahku
seorang jaksa kalau kalian macam-macam
bisa diseret ke pengadilan.”
Suli : “Kalau ayahku pengangguran. Kalau kalian menggangguku, aku panggil ayahku
sekarang…”
(kontan saja Budi dan Juni ketakutan)
Menawar Tukang Becak
Tante Jenny yang terkenal cerewet bin bawel akan pulang dari
pasar. Ia pun langsung memanggil tukang
becak. Tukang becak pun dengan antusias
memenuhi panggilan Tante Jenny. Tante
Jenny pun segera menawar tarif becak agar
dapat harga yang lebih murah. Tukang becak pun senang-senang saja ditawar oleh Tante
Jenny. Tante Jenny : “Bang ke jalan Nanas Rp 5000
aja ya?”
Abang becak : “Waduh jauhnya segitu
bagaimana kalau Rp 7000 aja Tante?”
Tante Jenny : “Halah, itu mulut gangnya kan
sudah kelihatan dari sini.” Abang becak : “Iya emang kelihatan,
matahari dari sini juga kelihatan Tante!!!”
Tante Jenny : “Wekss..”
tukang becak pinter, saking pinternya dia milih narik becak..
tes by nove
Cewek : “Mas kerja dimana?”
C0w0k : “Saya cuma ada usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…”
Cewek : “(W0W…Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?”
C0w0k : “Pondok Indah Bukit G0LF…”
Cewek : “(W0W kereenn…Rumah 0rang-0rang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?”
C0w0k : “Ngga ah…Biasa aja koq…cuma 3000 m2…”
Cewek : “(Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?”
C0w0k : “Sedikit koq…Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…”
Cewek : “(Wah c0w0k idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?”
C0w0k : “Hmm…Sampai saat ini belum tuh…hehe…”
Cewek : “(Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas mer0k0k??”
C0w0k : “Tidak…r0k0k itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…”
Cewek : “(Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?”
C0w0k : “Tidak d0nk…”
Cewek : “(Gilee…Cool abissss!!) Mas suka maen judi??”
C0w0k : “Nggak…ngapain juga judi? ngabisin duit aja”
Cewek : “(0oohhhh…So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??”
C0w0k : “Tidak tidak…”
Cewek : “(Iihh…sh0leh banget nih c0w0kk!) Mas udah naik haji?”
C0w0k : “Yah…baru 3x dan umr0h paling 6x…”
Cewek : “(Subhanallah…cal0n surgawi…) H0binya apa sih mas?”
C0w0k : “BOH0NGIN 0rang……”
jangan marah dan menghujat DPR. karena mereka sudah mewakili
seluruh kepentingan rakyat.
Rakyat mau kaya sudah diwakili mereka
Rakyat mau mobil mewah sudah diwakili mereka
Rakyat mau gaji gede sudah diwakili mereka, mau
tempat kerja nyaman dengan ruangan ber AC sudah
diwakili mereka,
Rakyat mau jalan jalan keluar negeri sudah diwakili mereka. kesimpulannya
semua keinginan rakyat sudah terpenuhi……………. wkwkwkwkwk
wkwkwkwkwkwk…
DPR memang wakil rakyat…
permisi yg punya room…berbagi cerita seru jg…
“Salam Perkenalan”
Seorang guru bermaksud melatih anak-anak didiknya di sekolah dasar untuk
memupuk rasa percaya diri mereka.
Guru tersebut meminta mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus
mengungkapkan cita-cita mereka.
Doddi berdiri dan berkata :
“Nama saya Dodi. Kalau besar nanti saya ingin menjadi pilot, jadi saya
bisa pergi ke Amerika, Eropa, Australia dan sebagainya”,
“Bagus sekali Dodi. Terimakasih. Siapa lagi?”, tanya Bu Guru.
Seorang anak perempuan yang duduk di tengah berdiri dan berkata,
“Nama saya Shanti. Kalau besar nanti, Shanti ingin jadi ibu rumah tangga
dan punya anak yang manis.”
“Bagus. Jadi ibu rumah tangga merupakan cita-cita yang mulia. Siapa
lagi?”.
Si Zaenal berdiri dan berkata,
“Saya Zaenal, nanti kalau sudah besar saya akan membantu Shanti mencapai
cita-citanya…..”.
“Sepatoe Boeaya”
Seorang perempuan ingin memiliki sebuah sepatu dari kulit buaya.
Diapun pergi ke toko sepatu dan kecewa karena mahalnya.
“Mahal amat sih,” tanya si perempuan.
“Kalau ingin murah ya menangkap buaya sendiri saja sana”, ketus si
pemilik toko.
Terinspirasi oleh perkataan si pemilik toko, perempuan tersebut pergi ke
sungai besar di daerah situ sambil membawa senjata api.
Beberapa saat kemudian si pemilik toko datang dan terkagum-kagum melihat
tiga ekor buaya mati ditumpuk di pinggir sungai.
Sementara itu si perempuan terlihat di tengah sungai sedang membidikkan
senjatanya ke seekor buaya lainnya.
Suara tembakan terdengar, kemudian si perempuan menyeret buaya ke-empat
ke pinggir sungai dan kemudian menyumpah,
“Sialan..!! Yang ini juga nggak pakai sepatu..!.”
“naik kelas”
Bu Sri, seorang guru kelas satu SD NingNong,
sangat kesal dengan seorang muridnya yang bernama Joko.
Bu Sri: “Joko, mengapa kamu tidak mau mengikuti pelajaran di kelas?”
Joko: “Saya anak cerdas, pelajaran kelas satu terlalu mudah untuk saya,
bahkan saya dapat mengerjakan semua soal punya kakak saya yang dikelas tiga.
Seharusnya saya ada dikelas tiga juga!”
Bu Sri merasa kesal. Ditariklah si Joko ini keruang Kepala Sekolah.
Ketika si Joko menunggu di depan ruang Kepala Sekolah, Bu Sri menjelaskan pada Pak Amir,
Kepala Sekolah NingNong, mengenai kelakuanmuridnya yang bernama Joko ini.
Pak Amir kemudian ingin mengetahui seberapa pandai si Joko ini sehingga ia berkeinginan
ditempatkan dikelas tiga, apabila ia tidak dapat menjawab test yang diberikan
oleh Pak Amir, maka ia harus kembali sebagai murid kelas satu dan berkelakuan yang sepantasnya,
atau apabila tidak menurut maka orang-tuanya harus dipanggil. Bu Sri setuju.
Pak Amir (PA): “Joko, berapa 3×3?”
Joko (J): “9!”
PA: “Berapa 6×6?”
J: “36!”
Kemudian Pak Amir memberikan test-test berikutnya sesuai dengan matapelajaran kelas tiga SD
dan semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan benar oleh sang genius Joko.
Pak Amir lalu berkata pada Bu Sri: “Saya rasa Joko dapat langsung dipindahkan ke kelas tiga.”
Bu Sri (BS): “Pak Amir, mohon tunda dahulu keputusan ini.
Saya akan memberi-kan beberapa pertanyaan lagi pada Joko”Pak Amir dan Joko
setuju.
BS: “Joko, apa yang dimiliki sebanyak empat buah oleh seekor sapi sedangkan saya hanya punya dua?”
Dengan cepat Joko menjawab: “Kaki!”
BS: “Apa yang ada dicelanamu tapi tak ada di celana saya?”
J: “Saku!”
BS: “Coba tebak sebuah benda dalam bahasa Inggris yang dimulai dengan huruf ‘C’
dan diakhiri huruf ‘T’, dimana benda tersebut berambut, bulat, lonjong,
dan mengandung cairan berwarna putih?”
J: “Coconut!”
Kening Pak Amir berkerut dengan mata membelalak…
BS: “Benda apa yang dimasukan dalam keadaan keras, kemudian
memerah, dan dikeluarkan setelah lembek dan lengket?”
J: “Permen karet!”
BS: “Apa yang dilakukan pria dalam kondisi berdiri, wanita dengan duduk,
dan anjing dengan satu kaki diangkat?”
J: “Jabatan tangan!”
BS: “Sekarang saya akan bertanya mengenai ‘Siapa saya’,okay?”
J: “Ya, Bu Sri.”
BS: “Kamu memasukan tiang kamu pada saya. Kamu mengikat saya untuk membangkitkan saya.
Saya basah sebelum kamu basah. Siapa saya?”
J: “Tenda!”
BS: “Sebuah jari memasuki saya. Kamu menggerakan si jari tersebut.
Pengantin pria adalah yang pertama melakukannya. Siapa saya?”
J: “Cincin Kawin!”
BS: “Saya terdiri dari berbagai ukuran. Ketika saya sakit, cairan menetes. Siapa saya?”
J: “Hidung!”
BS: “Saya mempunyai pentungan keras. Ujungku dapat menembus. Siapa saya?”
J: “Panah!”
BS: “Saya test kamu dalam bahasa Inggris lagi.
Sebutkan sebuah kata yang dimulai dengan huruf ‘F’ dan diakhiri
huruf ‘K’ yang dapat memberikan kenikmatan?”
J: “Firetruck!”
Pak Amir langsung menyela Bu Sri supaya tidak menanyai Joko lebih lanjut
sambil berkata: “Bu Sri, taruh Joko dikelas lima.
Dia lebih pandai dari saya dimana jawaban saya
untuk sepuluh pertanyaan terakhir tidak ada yang benar..!!”
BU GURU GANJENNN
KKKKKK
bgaimana cara menjadi teman di romkolodewa bro